Petugas Lapas Banceuy Gagalkan Penyelundupan Obat Terlarang dari Luar Tembok

Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:08 WIB
loading...
Petugas Lapas Banceuy...
Kalapas Banceuy Tri Saptono Sambudji (dua dari kiri, duduk) menggelar konferensi pengungkapan kasus penyelundupan obat terlarang. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A A A
BANDUNG - Petugas Lapas Klas II Banceuy, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat , kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan obat terlarang ke dalam lapas, Kamis (27/8/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Barang terlarang itu berupa 163 butir pil Rikloma, 131 butir Alpazolam, 3 alat isap vape, tiga bungkus serbuk yang diduga sebagai bahan campuran tembakau gorilla, satu kabel data, dan tiga botol liquid vape. (BACA JUGA: Sebut Bandar Narkoba Tasikmalaya Bohong, Kalapas Banceuy Tantang Tunjuk Pemasok Sabu )

Kalapas Banceuy Tri Saptono Sambudji mengatakan, kronologi pengungkapan kasus penyelundupan ini berawal saat petugas keamanan melakukan patroli di pos atas dan operasi lingkar badai, yaitu, menyisir seluruh area lapas. (BACA JUGA: Petugas Lapas Banceuy Gagalkan Penyelundupan Ganja 15,6 Gram )

Saat patroli lingkar badai, kata Tri, petugas melihat ada bungkusan plastik hitam mencurigakan. "Petugas lantas memeriksa bungkusan yang jatuh di area pelatihan keterampilan tersebut, didapati 294 butir obat terlarang dan beberapa vape," kata Tri di Lapas Banceuy. (BACA JUGA: Konselor Lapas Banceuy Sembunyikan Obat Terlarang dalam Sepatu )

Tri mengemukakan, sebenarnya vape boleh masuk ke dalam lapas, tetapi karena diselundupkan dengan cara dilemparkan melalui tembok samping, maka patut dicurigai kandungan cairan di dalam vape tersebut.

"Di dalam vape ini ada cairannya, tapi kami belum tahu cairan itu apa. Untuk mengetahui itu, kami serahkan barang bukti ini ke BNN Kota Bandung," ujar Tri.

Ditanya siapa pemesan dan pelempar obat terlarang dan vape tersebut, Tri menuturkan, sampai sejauh ini belum diketahui. Dia menyebut obat terlarang dan vape yang diselundupkan dengan cara dilempar melalui tembok samping lapas itu sebagai barang tak bertuan.

"Si pelempar obat terlarang ini belum diketahui. Namun di CCTV ada, terekam. Pemesan barang terlarang ini juga belum diketahui, akan kami dalami," ujar Kalapas.

Tri menuturkan, sejak Februari hingga Agustus 2020, petugas Lapas Banceuy telah 12 kali menggagalkan upaya penyelundupan barang haram dengan cara dilempar melalui tembok samping lapas.

Selain itu, petugas Lapas Banceuy juga menggagalkan penyelundupan narkoba melalui pintu utama lapas dengan kurir seorang tukang pengangkut sampah dan konselor.

"Dari 12 kasus yang terungkap, dua napi diketahui sebagai pemesan dan diproses hukum lebih lanjut. Sedangkan 10 kasus lainnya tak diketahui pemesannya. Karena, baik pelempar barang haram maupun pemesannya (warga binaan Lapas Banceuy) itu belum tertangkap," tutur Tri.

Rata-rata barang terlarang yang diselundupkan dengan cara dilempar, dua kasus sabu-sabu. Sedangkan lainnya berupa obat-obatan terlarang dan tembakau gorilla.

Tri mengatakan, pihaknya terus berjuang memerangi narkoba dan target mewujudkan Lapas Banceuy bersih dari narkoba (Bersinar). "Kami upayakan itu (Lapas Banceuy Bersinar). Semangat kita sama, terus berkoordinasi dengan teman-teman kepolisian dan BNN," kata Kalapas Banceuy.

Setelah diketahui sering terjadi penyelundupan narkoba dengan cara dilempar melalui tembok samping, ujar Tri, upaya yang dilakukan Lapas Banceuy untuk mencegah hal itu kembali terjadi adalah dengan memasang kamera closed circuit television (CCTV) di Pos 2 dan 3.

Kemudian, meninggikan pagar yang berada di bagian dalam, dari tinggi semula 6 meter ditambah 6 meter. Jadi total tinggi tembok bagian dalam Lapas Banceuy dari permukaan tanah sampai ke atas, 12 meter. Penambahan tinggi tembok itu dikerjakan oleh dinas pekerjaan umum.

Dengan tinggi 12 meter tersebut, tegas Tri, relatif tidak bisa ditembus. Yang hari ini terjadi, upaya penyelundupan dengan cara pelemparan, dilakukan pelaku di beberapa meter tembok yang belum ditambah tingginya.

Karena area di dalamnya adalah area tempat keterampilan, berdasarkan analisa Kalapas Banceuy, tidak akan terjadi pelemparan ke area itu. "Ternyata ada, tapi tidak sampai. Jadi ini pun menjadi pemikiran kita untuk melakukan peninggian kembali dan menertibkan tempat-tempat kerja yang ada di dalamnya," tegas Tri.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Berhasil Bendung Peredaran Tramadol di Jakpus
Polisi Buru Pemilik...
Polisi Buru Pemilik New Zone Medan sekaligus Diduga Bandar Narkoba
Patroli Dini Hari di...
Patroli Dini Hari di Jakarta Pusat, Polisi Sita Sabu, Ganja, hingga Tramadol
Bea Cukai dan Polda...
Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kilogram Sabu dari Malaysia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Rekomendasi
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Sandy Tumiwa Unggah...
Sandy Tumiwa Unggah Foto Bareng Tessa Kaunang, Captionnya Bikin Hebol Lagi
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved