Honor Kerap Menunggak, Bupati Bulukumba Bakal Copot Kordinator PSC
Kamis, 27 Agustus 2020 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
Sukri Sappewali menjelaskan, saat ini Bulukumba akan menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, sehingga tidak bisa melakukan mutasi pejabat tanpa izin Kemendagri.
"Enam bulan sebelum Pilkada bupati tidak boleh melakukan mutasi," tandas dia.
Selain koordinator PSC, Purnawirawan TNI tersebut juga memastikan pergantian Kepala Puskesmas Ujung Loe. Pasalnya, Asrianti diduga memperjual-belikan alat pelindung diri atau APD berupa masker bantuan pemerintah.
Hal itu diungkap oleh para tenaga medis di Puskemas Ujung Loe yang mengeluhkan ihwal pembagian masker.
"Saya akan ganti Kepala Puskesmas Ujung Loe," tegas Bupati AM Sukri Sappewali saat ditemui di Gedung DPRD Bulukumba.
Legislator Golkar Bulukumba, Juandy Tandean, mencurigai horor tenaga PSC Bulukumba diduga disunat. Kecurigaan itu muncul karena anggaran makan minum pegawai PSC Bulukumba, telah dicairkan 100 persen oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Enam bulan sebelum Pilkada bupati tidak boleh melakukan mutasi," tandas dia.
Selain koordinator PSC, Purnawirawan TNI tersebut juga memastikan pergantian Kepala Puskesmas Ujung Loe. Pasalnya, Asrianti diduga memperjual-belikan alat pelindung diri atau APD berupa masker bantuan pemerintah.
Hal itu diungkap oleh para tenaga medis di Puskemas Ujung Loe yang mengeluhkan ihwal pembagian masker.
"Saya akan ganti Kepala Puskesmas Ujung Loe," tegas Bupati AM Sukri Sappewali saat ditemui di Gedung DPRD Bulukumba.
Legislator Golkar Bulukumba, Juandy Tandean, mencurigai horor tenaga PSC Bulukumba diduga disunat. Kecurigaan itu muncul karena anggaran makan minum pegawai PSC Bulukumba, telah dicairkan 100 persen oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).
Lihat Juga :