24 Guru dan Tenaga Pendidikan SMA di Mojokerto Reaktif COVID-19
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:11 WIB
loading...
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang, saat memberikan keterangan kepada awak media. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Puluhan guru dan tenaga kependidikan sekolah SMA Negeri di Kota/Kabupaten Mojokerto reaktif COVID-19. Hal tersebut diketahui setelah mereka menjalani rapid test massal.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang mengungkapkan, berdasarkan hasil rapid test sebanyak 24 orang guru dan tenaga kependidikan reaktif. Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah mereka terinfeksi virus Corona. (Baca juga: Demi Fulus, Honorer Bidan Cantik di Lahat Live Tanpa Busana di Medsos)
"Hasilnya sebagian besar dalam kondisi baik. Namun, ada yang reaktif yaitu di tempat rapid test SMAN 1 Puri ada tujuh orang, di SMKN 1 Dlanggu enam orang dan SMAN 1 Mojosari sebanyak 11 orang," kata Herlambang, Rabu (26/8/2020). (Baca juga: Korban Penembakan di Depan Kampus Unpad Mengaku Tak Punya Musuh)
Mereka yang reaktif sudah dalam kondisi sakit saat menjalani rapid test COVID-19. Meski demikian, Dindik Provinsi Jatim telah melakukan evaluasi bahwa guru yang dinyatakan reaktif diharuskan menjalani isolasi mandiri.
"Rata rata-rata mereka yang dinyatakan reaktif mayoritas usia 40 tahun ke atas. Mereka akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," imbuh Herlambang. (Baca juga: Akhiri Dinasti Politik, 7 Parpol Berkoalisi Dukung Dadang-Syahrul Gunawan)
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kresna Herlambang mengungkapkan, berdasarkan hasil rapid test sebanyak 24 orang guru dan tenaga kependidikan reaktif. Namun demikian, belum bisa dipastikan apakah mereka terinfeksi virus Corona. (Baca juga: Demi Fulus, Honorer Bidan Cantik di Lahat Live Tanpa Busana di Medsos)
"Hasilnya sebagian besar dalam kondisi baik. Namun, ada yang reaktif yaitu di tempat rapid test SMAN 1 Puri ada tujuh orang, di SMKN 1 Dlanggu enam orang dan SMAN 1 Mojosari sebanyak 11 orang," kata Herlambang, Rabu (26/8/2020). (Baca juga: Korban Penembakan di Depan Kampus Unpad Mengaku Tak Punya Musuh)
Mereka yang reaktif sudah dalam kondisi sakit saat menjalani rapid test COVID-19. Meski demikian, Dindik Provinsi Jatim telah melakukan evaluasi bahwa guru yang dinyatakan reaktif diharuskan menjalani isolasi mandiri.
"Rata rata-rata mereka yang dinyatakan reaktif mayoritas usia 40 tahun ke atas. Mereka akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," imbuh Herlambang. (Baca juga: Akhiri Dinasti Politik, 7 Parpol Berkoalisi Dukung Dadang-Syahrul Gunawan)
Lihat Juga :