Cuaca Ekstrem Mengintai, BNPB: Grobogan Waspada Bencana Susulan
Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:37 WIB
loading...
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam susulan yang terjadi di wilayah Grobogan, Jawa Tengah dan sekitarnya. Foto/BNPB
A
A
A
GROBOGAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam susulan yang terjadi di wilayah Grobogan, Jawa Tengah dan sekitarnya.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyikapi informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jateng hingga Senin (18/3/2024).
Baca juga: Banjir Grobogan Meluas, 113 Desa Terdampak Luapan Sungai Lusi
"Jika terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran tanggul atau sungai agar mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman," ucap Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (16/3/2024).
Dia mengatakan, masyarakat bersama pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mengurangi dampak risiko bencana.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyikapi informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jateng hingga Senin (18/3/2024).
Baca juga: Banjir Grobogan Meluas, 113 Desa Terdampak Luapan Sungai Lusi
"Jika terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga lebih dari satu jam dengan jarak pandang kurang dari 100 meter, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing maupun bantaran tanggul atau sungai agar mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman," ucap Abdul Muhari dalam keterangannya, Sabtu (16/3/2024).
Dia mengatakan, masyarakat bersama pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat bersinergi dalam upaya mengurangi dampak risiko bencana.
Lihat Juga :