Ketersediaan Pangan di Pangandaran Mampu Penuhi Kebutuhan Selama Pandemi Covid-19
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 18:25 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kondisi tanah rawa yang dijadikan sawah di Pangandaran menurut Dedi termasuk kategori tanah subur karena setiap musim panen padi bisa menghasilkan 9 ton per hektare.
"Kalau di daerah lain, tanah rawa yang dijadikan sawah hanya mampu menghasilkan 7 ton per hektare," paparnya.
Secara kualitas, padi dan tanaman pangan di Pangandaran tidak kalah oleh hasil bumi dari daerah lain, jadi tidak pantas untuk Kabupaten Pangandaran mendatangkan beras impor.
"Secara ekonomi, pangan hasil pertanian di Pangandaran bisa bernilai lebih apabila diolah menjadi bahan baku untuk kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Salah satu contoh, tanaman singkong di Pangandaran bisa tumbuh hanya dengan perlakuan yang sangat sederhana.
Akan tetapi jika singkong tersebut ingin memiliki nilai yang lebih, maka harus diolah menjadi bahan lain dan bahan tersebut diyakini Dedi akan menjadi penopang ekonomi masyarakat. "Kalau singkong diolah menjadi tepung atau dibuat mie, maka nilai harganya akan meningkat," tegas Dedi.
"Kalau di daerah lain, tanah rawa yang dijadikan sawah hanya mampu menghasilkan 7 ton per hektare," paparnya.
Secara kualitas, padi dan tanaman pangan di Pangandaran tidak kalah oleh hasil bumi dari daerah lain, jadi tidak pantas untuk Kabupaten Pangandaran mendatangkan beras impor.
"Secara ekonomi, pangan hasil pertanian di Pangandaran bisa bernilai lebih apabila diolah menjadi bahan baku untuk kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Salah satu contoh, tanaman singkong di Pangandaran bisa tumbuh hanya dengan perlakuan yang sangat sederhana.
Akan tetapi jika singkong tersebut ingin memiliki nilai yang lebih, maka harus diolah menjadi bahan lain dan bahan tersebut diyakini Dedi akan menjadi penopang ekonomi masyarakat. "Kalau singkong diolah menjadi tepung atau dibuat mie, maka nilai harganya akan meningkat," tegas Dedi.
Lihat Juga :