BBM Subsidi Menghilang, Pelaku Usaha di Kerinci Menjerit
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Terpisah, Ediyanto sopir truk juga mengatakan hal yang sama. Untuk mendapatkan solar, mobilnya harus antre semalam di SPBU.
"Jika seperti ini terus, banyak kerugian kami. Mana mikir kredit dan trip angkutan tidak tercapai karena antrean semalam hingga siang," ujarnya.
Sementara Sahdiyah pemilik SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh dikonfirmasi terkait keluhan petani mengatakan, untuk pasokan BBM solar dalam perjalanan dari depot Telung Kabung, Padang. "Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, pelaku usaha rice miling. BBM dalam pengiriman dari teluk kabung," kata Sahdiah. (Baca: DPRD Kobar Desak Pemkab Selesaikan Tapal Batas dengan 2 Kabupaten).
Anehnya, jarak tempuh depot pertamina Teluk Kabung ke Sungaipenuh sekitar 7-8 jam. Namun, setiap hari ratusan mobil dan pemilik rice miling setiap hari harus mengantre, bahkan BBM solar dan Pertalite sering habis.
"Jika seperti ini terus, banyak kerugian kami. Mana mikir kredit dan trip angkutan tidak tercapai karena antrean semalam hingga siang," ujarnya.
Sementara Sahdiyah pemilik SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh dikonfirmasi terkait keluhan petani mengatakan, untuk pasokan BBM solar dalam perjalanan dari depot Telung Kabung, Padang. "Untuk menjawab pertanyaan masyarakat, pelaku usaha rice miling. BBM dalam pengiriman dari teluk kabung," kata Sahdiah. (Baca: DPRD Kobar Desak Pemkab Selesaikan Tapal Batas dengan 2 Kabupaten).
Anehnya, jarak tempuh depot pertamina Teluk Kabung ke Sungaipenuh sekitar 7-8 jam. Namun, setiap hari ratusan mobil dan pemilik rice miling setiap hari harus mengantre, bahkan BBM solar dan Pertalite sering habis.
(nag)
Lihat Juga :