Tekan Konsumsi BBM, Pengamat Dorong Masyarakat Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 01 April 2026 - 15:57 WIB
loading...
Tekan Konsumsi BBM,...
Beralih ke transportasi publik menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi konsumsi BBM. Foto: Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Upaya mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara nasional perlu didorong melalui perubahan pola mobilitas masyarakat, khususnya dengan beralih dari kendaraan pribadi kepada penggunaan moda transportasi publik. Penggunaan moda transportasi publik secara massal, terutama di kota-kota besar, dinilai bisa menekan konsumsi BBM.

”Peralihan secara masif dari kendaraan pribadi ke transportasi massal di kota-kota besar seperti Jabodetabek akan efektif dalam penghematan BBM. Karena volume pengguna kendaraan di Jabodetabek sangat besar dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia,” kata pengamat tata kota, Yayat Supriyatna, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya, survei global yang dilakukan Time Out pada akhir tahun lalu terhadap 18 ribu responden dunia, ibu kota Indonesia menempati peringkat ke-17 dari 50 kota dengan sistem transportasi publik terbaik dunia. Posisi itu menempatkan Jakarta sebagai kota kedua terbaik di Asia Tenggara setelah Singapura, sekaligus unggul dibanding Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

Baca Juga : WFH Setiap Jumat Dikhawatirkan Jadi Libur Panjang, DKI Bakal Perketat Pengawasan

Yayat melihat sistem moda transportasi massal memang sudah sangat masif dibangun di wilayah Jabodetabek. Saat ini, kata dia, opsi moda transportasi massal berbasis rel sudah mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara efisien. Selain MRT, LRT, dan KRL yang merupakan moda transportasi massal berbasis rel, Jabodetabek juga memiliki TransJakarta dan mikrotrans.

“Masyarakat yang berada di kawasan Jabodetabek hanya tinggal menyesuaikan waktu dengan kebutuhan menggunakan transportasi publik. Bila peralihan ke transportasi publik di Jabodetabek dilakukan secara masif, hal itu akan bisa berdampak besar terhadap pengurangan konsumsi BBM,” tuturnya.

Namun demikian, Yayat juga berharap kondisi serupa juga dapat dilakukan oleh masyarakat di daerah. Meskipun langkah ini tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi perubahan budaya dan kebijakan di daerah sangat diperlukan. Untuk masyarakat di luar Pulau Jawa, Yayat mengakui layanan transportasi publik memang masih terbatas, bahkan cenderung tidak beroperasi secara optimal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
Pramono Sebut Wacana...
Pramono Sebut Wacana Trem di Kota Tua Perlu Kajian Mendalam
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Berita Terkini
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved