Dituding Istana Sebagai Suara Partisan, Guru Besar UGM dan Unpad Tersinggung
Senin, 05 Februari 2024 - 15:05 WIB
loading...
Sejumlah guru besar, dosen, dan mahasiswa UGM saat membacakan petisi di Yogyakarta, pada Rabu (31/1/2024). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Prof Koentjoro merasa tersinggung dengan pernyataan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana yang menyebut gerakan kritik para guru besar dan sivitas akademisi merupakan suara partisan.
Prof Koentjoro menumpahkan kekesalannya saat menjadi narasumber di program salah satu TV swasta, Prof Koentjoro merasa geram saat Tenaga Ahli KSP Rumadi Ahmad mengklarifikasi pernyataan Ari Dwipayana yang menuding gerakan sejumlah sivitas akademika bagian dari suara partisan.'
Baca juga: Petisi Bulaksumur Guru-guru Besar UGM Beri Peringatan untuk Jokowi
Prof Koentjoro merasa sangat tersinggung, terlebih Ari juga merupakan almamater UGM.
"Saya sangat tidak puas. Saya tersinggung. Silakan bapak lihat ketika kami membacakan petisi Bulaksumur, dua kali saya membaca Bismillah. Saya membacakan dengan suara kasih dari UGM mengingatkan alumninya," ungkapnya dikutip dari salah satu channel YouTube stasiun televisi swasta, Sabtu (3/2/2024).
Prof Koentjoro menuturkan, gerakan kritik tersebut merupakan wujud kecintaan sivitas akademika UGM terhadap Indonesia dan juga almamaternya. Munculnya petisi Bulaksumur murni dilandaskan atas rasa kekeluargaan yang saling mengingatkan satu dengan yang lain.
Prof Koentjoro menumpahkan kekesalannya saat menjadi narasumber di program salah satu TV swasta, Prof Koentjoro merasa geram saat Tenaga Ahli KSP Rumadi Ahmad mengklarifikasi pernyataan Ari Dwipayana yang menuding gerakan sejumlah sivitas akademika bagian dari suara partisan.'
Baca juga: Petisi Bulaksumur Guru-guru Besar UGM Beri Peringatan untuk Jokowi
Prof Koentjoro merasa sangat tersinggung, terlebih Ari juga merupakan almamater UGM.
"Saya sangat tidak puas. Saya tersinggung. Silakan bapak lihat ketika kami membacakan petisi Bulaksumur, dua kali saya membaca Bismillah. Saya membacakan dengan suara kasih dari UGM mengingatkan alumninya," ungkapnya dikutip dari salah satu channel YouTube stasiun televisi swasta, Sabtu (3/2/2024).
Prof Koentjoro menuturkan, gerakan kritik tersebut merupakan wujud kecintaan sivitas akademika UGM terhadap Indonesia dan juga almamaternya. Munculnya petisi Bulaksumur murni dilandaskan atas rasa kekeluargaan yang saling mengingatkan satu dengan yang lain.
Lihat Juga :