Dekati Para Legenda Persebaya, Ada Apa dengan Eri Cahyadi?
Rabu, 12 Agustus 2020 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Muharom sendiri mengaku dirinya sebagai relawan Eri Cahyadi . Di pertemuan itu Muharom bahkan Eri Cahyadi berhasrat memimpin Persebaya. Ungkapan Eri Cahyadi itu disampaikan saat menjawab permintaan dari Muharom dan para mantan pemain Persebaya yang hadir di pertemuan itu. "Kalau harapan saya, Pak Eri menjadi wali kota. Kedua, nantinya saya harapkan di Persebaya menjadi ketua umum lah," ujarnya.
(Baca juga: Tragis, Pegawai Puskesmas Tewas Terpanggang Bersama Motornya )
Ketika mendapatkan harapan dari pemain legendaris Persebaya tersebut, menurut dia Eri bersedia. Dan berjanji menjadi Ketua Umum Persebaya, jika terpilih sebagai wali kota nanti. "Beliau ( Eri Cahyadi ) bersedia," lanjut dia.
Pernyataan Muharom ini tentu bertolak belakang dengan kondisi Persebaya saat ini. Saat ini Persebaya dan semua klub di Liga Indonesia statusnya adalah profesional. Berbentuk perseroan terbatas atau PT. Jadi tidak ada istilah Ketua Umum. Yang ada CEO atau presiden klub.
Sekedar diketahui, saat ini jabatan Presiden Persebaya dipegang oleh Azrul Ananda. Azrul lah yang mengambilalih Persebaya ketika klub legendaris ini diakui kembali oleh PSSI pasca terjadi dualisme. Azrul juga yang membayar seluruh utang yang menjadi beban pengurus Persebaya sebelumnya. Termasuk utang gaji pemain saat itu.
(Baca juga: Tragis, Pegawai Puskesmas Tewas Terpanggang Bersama Motornya )
Ketika mendapatkan harapan dari pemain legendaris Persebaya tersebut, menurut dia Eri bersedia. Dan berjanji menjadi Ketua Umum Persebaya, jika terpilih sebagai wali kota nanti. "Beliau ( Eri Cahyadi ) bersedia," lanjut dia.
Pernyataan Muharom ini tentu bertolak belakang dengan kondisi Persebaya saat ini. Saat ini Persebaya dan semua klub di Liga Indonesia statusnya adalah profesional. Berbentuk perseroan terbatas atau PT. Jadi tidak ada istilah Ketua Umum. Yang ada CEO atau presiden klub.
Sekedar diketahui, saat ini jabatan Presiden Persebaya dipegang oleh Azrul Ananda. Azrul lah yang mengambilalih Persebaya ketika klub legendaris ini diakui kembali oleh PSSI pasca terjadi dualisme. Azrul juga yang membayar seluruh utang yang menjadi beban pengurus Persebaya sebelumnya. Termasuk utang gaji pemain saat itu.
Lihat Juga :