Puskesmas di Jateng Didorong Jadi Basis Pengamatan COVID-19
Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:59 WIB
loading...
Puskesmas di Jateng, didorong menjadi basis pengamatan COVID-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SEMARANG - Pemprov Jateng, mendorong Puskesmas dijadikan basis dalam melakukan pengamatan (surveillance) sebagai upaya pengoptimalan testing COVID-19 di wilayah Jateng. Itu dilakukan mengingat ada beberapa daerah yang testing COVID-19 nya masih rendah dan belum optimal.
(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami )
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, keberadaan Puskesmas bisa menjadi sangat penting dalam hal pengoptimalan tes COVID-19 . Salah satu alasannya adalah keberadaan Puskesmas yang tersebar sampai ke wilayah terkecil. Untuk menjadikan basis maka diperlukan penguatan sumberdaya manusia di Puskesmas. Hal itu juga yang berusaha diupayakan oleh Satgas COVID-19 Jateng.
"Masih fluktuatif, tertinggi 3700-an, karena belum optimal maka kemarin saya minta untuk cari alat dan reagen yang kompatibel, termasuk kita minta Puskesmas dijadikan basis untuk melakukan surveilance sehingga bisa membantu dan distribusi setiap kabupaten/kota agar bisa dioptimalkan," kata, Senin (10/8/2020).
Belum optimalnya distribusi tes di setiap kabupaten/kota disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari beberapa reagen yang diberikan ternyata tidak kompatibel dengan alatnya. Terkait hal ini Ganjar sudah meminta Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 untuk mencari alat yang kompatibel secepatnya.
(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami )
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, keberadaan Puskesmas bisa menjadi sangat penting dalam hal pengoptimalan tes COVID-19 . Salah satu alasannya adalah keberadaan Puskesmas yang tersebar sampai ke wilayah terkecil. Untuk menjadikan basis maka diperlukan penguatan sumberdaya manusia di Puskesmas. Hal itu juga yang berusaha diupayakan oleh Satgas COVID-19 Jateng.
"Masih fluktuatif, tertinggi 3700-an, karena belum optimal maka kemarin saya minta untuk cari alat dan reagen yang kompatibel, termasuk kita minta Puskesmas dijadikan basis untuk melakukan surveilance sehingga bisa membantu dan distribusi setiap kabupaten/kota agar bisa dioptimalkan," kata, Senin (10/8/2020).
Belum optimalnya distribusi tes di setiap kabupaten/kota disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari beberapa reagen yang diberikan ternyata tidak kompatibel dengan alatnya. Terkait hal ini Ganjar sudah meminta Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 untuk mencari alat yang kompatibel secepatnya.
Lihat Juga :