Aceh Tamiang Sukses Terapkan Sawit Berkelanjutan
Jum'at, 24 November 2023 - 23:39 WIB
loading...
Kabupaten Aceh Tamiang sukses terapkan produksi sawit berkelanjutan. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
ACEH TAMIANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terus menggalakkan program sawit berkelanjutan. Upaya ini turut didukung berbagai pihak, baik perusahaan swasta maupun lembaga swadaya masyarakat. Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan menjadi bukti keseriusan Pemprov Aceh dan berbagai pihak dalam menjalankan program ini.
Aceh Tamiang menjadi pilot project cikal bakal lahirnya Peta Jalan di Aceh. Hal ini tak lepas dari program pertumbuhan hijau yang sudah digulirkan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH) di Kabupaten Aceh Tamiang sejak 2018 silam.
Upaya yang telah dilakukan di Aceh Tamiang kini mulai membuahkan hasil. Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat, deforestasi di Kabupaten Aceh Tamiang turun dari 600 hektare per tahun menjadi 40 hektare per tahun. Sebanyak 2.200 petani kini sudah mendapat sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sedangkan 2.700 petani lainnya juga tengah mendapat pendampingan (termasuk yang tersertifikasi).
Baca Juga : Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sukses yang dicapai Kabupaten Aceh Tamiang ini tak lepas dari kerjasama berbagai pihak yakni pemerintah, lembaga masyarakat sipil, dan perusahaan swasta. YIDH adalah salah satu lembaga yang turut membawa Kabupaten Aceh Tamiang dalam mewujudkan pertumbuhan hijau. YIDH membawa konsep PPI (Produksi, Proteksi, Inklusi) atau disebut PPI Compact ke Aceh Tamiang. YIDH bersama multipihak yakni pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan perusahaan swasta bersepakat untuk mencapai target bersama-sama terkait PPI tersebut.
Agar kolaborasi multipihak ini berjalan bersinergi, lantas dibentuklah lembaga yang dinamakan Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam menjalankan perannya, PUPL tidak hanya didukung oleh YIDH, tetapi juga multipihak seperti Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Beberapa perusahaan swasta seperti Musim Mas, Unilever dan PepsiCo juga turut mendukung PUPL.
Aceh Tamiang menjadi pilot project cikal bakal lahirnya Peta Jalan di Aceh. Hal ini tak lepas dari program pertumbuhan hijau yang sudah digulirkan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (YIDH) di Kabupaten Aceh Tamiang sejak 2018 silam.
Upaya yang telah dilakukan di Aceh Tamiang kini mulai membuahkan hasil. Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat, deforestasi di Kabupaten Aceh Tamiang turun dari 600 hektare per tahun menjadi 40 hektare per tahun. Sebanyak 2.200 petani kini sudah mendapat sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sedangkan 2.700 petani lainnya juga tengah mendapat pendampingan (termasuk yang tersertifikasi).
Baca Juga : Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sukses yang dicapai Kabupaten Aceh Tamiang ini tak lepas dari kerjasama berbagai pihak yakni pemerintah, lembaga masyarakat sipil, dan perusahaan swasta. YIDH adalah salah satu lembaga yang turut membawa Kabupaten Aceh Tamiang dalam mewujudkan pertumbuhan hijau. YIDH membawa konsep PPI (Produksi, Proteksi, Inklusi) atau disebut PPI Compact ke Aceh Tamiang. YIDH bersama multipihak yakni pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan perusahaan swasta bersepakat untuk mencapai target bersama-sama terkait PPI tersebut.
Agar kolaborasi multipihak ini berjalan bersinergi, lantas dibentuklah lembaga yang dinamakan Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) di Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam menjalankan perannya, PUPL tidak hanya didukung oleh YIDH, tetapi juga multipihak seperti Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Beberapa perusahaan swasta seperti Musim Mas, Unilever dan PepsiCo juga turut mendukung PUPL.
Lihat Juga :