Mengenal Tradisi Ojung, Kearifan Lokal Pelestarian Kekayaan Pangan di Bugeman Situbondo
Senin, 20 November 2023 - 16:34 WIB
loading...
Salah satu rangkaian kegiatan Tradisi Ojung di Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Foto/Ist
A
A
A
SITUBONDO - Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo , Provinsi Jawa Timur adalah salah satu penerima fasilitas dari program Pemajuan Kebudayaan Desa yang diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi sejak tahun 2021.
"Di desa Bugeman terdapat tradisi Ojung yang sudah ditetapkan sebagai WBTB di tahun 2019 dengan domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan," Kapokja Ketahanan Budaya, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo.
Ia menjelaskan tradisi Ojung merupakan ritual yang dilakukan leluhur di Desa Bugeman, dengan saling memukul menggunakan rotan yang dimainkan oleh dua orang. Tradisi ini dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Jika salah satu peserta memukul, maka peserta lain akan menangkis atau menghindar.
Dalam tradisi Ojung, dua orang pemain saling berhadapan. Sebelum memukul, mereka akan berputar-putar terlebih dahulu dan menghentakkan kaki seperti orang menari. Setiap gerakan pemain diselaraskan dengan iringan musik. Penonton akan memberikan semangat dengan suara riuh.
Baca Juga: Upacara Adat Ngaben Kembali Digelar, Pariwisata Bali Segera Pulih
Bagi masyarakat Desa Bugeman, tradisi Ojung harus dilaksanakan oleh kepala desa. Tujuan tradisi Ojung untuk menghindari bencana alam, berbagai macam penyakit, carok, kematian hewan ternak, atau menghindari gagal panen untuk hasil pertanian dan perkebunan. Untuk itulah, masyarakat Desa Bugeman tidak berani meninggalkan tradisi ini.
"Di tahun 2023, Desa Bugeman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pagelaran Budaya bertema Mertè Pangan Dhisa Bugeman ‘Pelestarian Kekayaan Pangan Desa Bugeman’ yang difasilitasi melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan merupakan rangkaian kegiatan Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK)" ungkapnya.
"Di desa Bugeman terdapat tradisi Ojung yang sudah ditetapkan sebagai WBTB di tahun 2019 dengan domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan," Kapokja Ketahanan Budaya, Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo.
Ia menjelaskan tradisi Ojung merupakan ritual yang dilakukan leluhur di Desa Bugeman, dengan saling memukul menggunakan rotan yang dimainkan oleh dua orang. Tradisi ini dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Jika salah satu peserta memukul, maka peserta lain akan menangkis atau menghindar.
Dalam tradisi Ojung, dua orang pemain saling berhadapan. Sebelum memukul, mereka akan berputar-putar terlebih dahulu dan menghentakkan kaki seperti orang menari. Setiap gerakan pemain diselaraskan dengan iringan musik. Penonton akan memberikan semangat dengan suara riuh.
Baca Juga: Upacara Adat Ngaben Kembali Digelar, Pariwisata Bali Segera Pulih
Bagi masyarakat Desa Bugeman, tradisi Ojung harus dilaksanakan oleh kepala desa. Tujuan tradisi Ojung untuk menghindari bencana alam, berbagai macam penyakit, carok, kematian hewan ternak, atau menghindari gagal panen untuk hasil pertanian dan perkebunan. Untuk itulah, masyarakat Desa Bugeman tidak berani meninggalkan tradisi ini.
"Di tahun 2023, Desa Bugeman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pagelaran Budaya bertema Mertè Pangan Dhisa Bugeman ‘Pelestarian Kekayaan Pangan Desa Bugeman’ yang difasilitasi melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan merupakan rangkaian kegiatan Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK)" ungkapnya.
Lihat Juga :