Kisah Pangeran Diponegoro Marah Besar ke Sultan Muda Keraton Yogyakarta Akibat Hilangnya Tradisi Jawa

Senin, 18 November 2024 - 05:50 WIB
loading...
Kisah Pangeran Diponegoro...
Pangeran Diponegoro marah besar kepada Sri Sultan HB IV karena hilangnya tradisi Jawa di Keraton Yogyakarta saat itu. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
YOGYAKARTA - Pangeran Diponegoro sempat mendapat tugas khusus saat Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IV naik tahta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta.

Sri Sultan HB IV yang masih muda ini membuat Pangeran Diponegoro harus mengajarkan beberapa hal, salah satunya bahasa Melayu.

Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya

Tapi tampaknya sultan muda itu masih cukup sulit mencerna pembelajaran yang diberikan Pangeran Diponegoro.

Bahkan saat didatangkan guru khusus Bahasa Melayu bernama Letnan Abbas, sembilan bulan berikutnya belum juga bisa merangkai kata-kata dengan baik.



Sri Sultan HB IV selain belajar dari Pangeran Diponegoro, ia juga belajar dari guru bahasa khusus.

Guru bahasa jni mengajarkan bahasa Melayu kepada raja muda, yang baru saja berkuasa di Keraton Yogya. Hal itu terlihat saat Raffles melakukan kunjungan singkatnya ke Keraton Yogya, pada pertengahan Januari 1816.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mudik di Tengah Konflik...
Mudik di Tengah Konflik Global: Antara Tradisi dan Tekanan Ekonomi
Rekomendasi
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Infografis
Barcelona dan Dortmund...
Barcelona dan Dortmund Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved