Mengenal Tradisi Berkarang, Ratusan Warga Muaro Jambi Berebut Ikan Musim Kemarau
Senin, 26 Agustus 2024 - 11:00 WIB
loading...
Ratusan warga Muaro Jambi berebut ikan musim kemarau dalam tradisi berkarang. Foto: SINDOnews/Azhari Sultan Jambi
A
A
A
MUARO JAMBI - Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya di saat musim kemarau dan air Sungai Batanghari mulai menyusut drastis, ratusan warga Desa Tebat Patah, Taman Raja, Kabupaten Muaro Jambi melaksanakan tradisi berkarang atau mencari ikan dalam sebuah danau.
Tidak hanya orang tua, dewasa tapi juga anak-anak terlibat langsung mencari ikan. Mereka rela kotor dengan lumpur demi mendapatkan ikan-ikan yang ada di danau tersebut. Tidak hanya menggunakan, serok ikan, jaring tapi juga dengan tangan kosong.
Mereka terlihat gembira-ria memburu ikan. Bahkan ada diantara mereka berebutan ikan. Salah seorang warga, Rohmad mengatakan ini adalah tradisi Berkarang atau tangkap iwak (ikan) yang sudah ada sejak tahun 1952.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Warga Limau Manis Jambi Tutup Idulfitri dengan Tradisi Silat Gelanggang
“Kita nangkap ikan ramai-ramai, tua, muda, orang tua ada. Terjadinya satu tahun sekali, biasanya setiap bulan delapan,” ungkap Rohmad kepada wartawan, Senin (26/8/2024).
Tidak hanya orang tua, dewasa tapi juga anak-anak terlibat langsung mencari ikan. Mereka rela kotor dengan lumpur demi mendapatkan ikan-ikan yang ada di danau tersebut. Tidak hanya menggunakan, serok ikan, jaring tapi juga dengan tangan kosong.
Mereka terlihat gembira-ria memburu ikan. Bahkan ada diantara mereka berebutan ikan. Salah seorang warga, Rohmad mengatakan ini adalah tradisi Berkarang atau tangkap iwak (ikan) yang sudah ada sejak tahun 1952.
Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Warga Limau Manis Jambi Tutup Idulfitri dengan Tradisi Silat Gelanggang
“Kita nangkap ikan ramai-ramai, tua, muda, orang tua ada. Terjadinya satu tahun sekali, biasanya setiap bulan delapan,” ungkap Rohmad kepada wartawan, Senin (26/8/2024).
Lihat Juga :