Kebengisan Amangkurat II dan VOC Belanda Habisi Pemberontakan Trunojoyo
Minggu, 12 November 2023 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Namun Amangkurat II meminta penyerbuan Trunojoyo sebaiknya juga melalui jalur darat, yakni melalui Demak, Grobogan, Jipang (sekarang Bojonegoro dan sekitarnya) dan kemudian menuju ke Kediri melalui lembah Sungai Brantas.
Baca Juga: Hancurkan Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram, Amangkurat II Serahkan Pesisir Jawa ke VOC Belanda
Pasukan diharapkan bergerak dari sisi Barat dan pedalaman Selatan yang merupakan wilayah mancanegara.
Amangkurat II berpandangan wilayah yang dilintasi ekspedisi militer, yakni terutama mereka yang sebelumnya masih ragu-ragu, akan kembali mengakui kedaulatan Mataram.
“Sunan (Amangkurat II) merasa bahwa perjalanan pasukan melalui distrik-distrik pedalaman akan membuat musuh dan para partisan Kajoran akan mengakui kedaulatan Mataram”.
Amangkurat II benar. Sepanjang perjalanan menuju Kediri, jumlah pasukan gabungan Jawa dan VOC semakin bertambah besar. Pengaruh dari pergerakan pasukan dan kampanye membuat banyak pemimpin-pemimpin lokal turut bergabung.
Pada 28 September 1678 ekspedisi militer di mana Amangkurat II turut serta berkuda disamping Anthonio Hurdt, yakni pimpinan pasukan VOC, tiba di perbatasan antara Surakarta dan Madiun.
Pada 5 Oktober 1678, pasukan Hurdt tiba di wilayah Maospati (sekarang Magetan) untuk menanti kedatangan pasukan Kapten Francois Tack yang bergerak dari Solo dengan empat kompi pasukan.
Baca Juga: Hancurkan Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram, Amangkurat II Serahkan Pesisir Jawa ke VOC Belanda
Pasukan diharapkan bergerak dari sisi Barat dan pedalaman Selatan yang merupakan wilayah mancanegara.
Amangkurat II berpandangan wilayah yang dilintasi ekspedisi militer, yakni terutama mereka yang sebelumnya masih ragu-ragu, akan kembali mengakui kedaulatan Mataram.
“Sunan (Amangkurat II) merasa bahwa perjalanan pasukan melalui distrik-distrik pedalaman akan membuat musuh dan para partisan Kajoran akan mengakui kedaulatan Mataram”.
Amangkurat II benar. Sepanjang perjalanan menuju Kediri, jumlah pasukan gabungan Jawa dan VOC semakin bertambah besar. Pengaruh dari pergerakan pasukan dan kampanye membuat banyak pemimpin-pemimpin lokal turut bergabung.
Pada 28 September 1678 ekspedisi militer di mana Amangkurat II turut serta berkuda disamping Anthonio Hurdt, yakni pimpinan pasukan VOC, tiba di perbatasan antara Surakarta dan Madiun.
Pada 5 Oktober 1678, pasukan Hurdt tiba di wilayah Maospati (sekarang Magetan) untuk menanti kedatangan pasukan Kapten Francois Tack yang bergerak dari Solo dengan empat kompi pasukan.
Lihat Juga :