Kebengisan Amangkurat II dan VOC Belanda Habisi Pemberontakan Trunojoyo
Minggu, 12 November 2023 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Kapten Tack memimpin 214 kepala serdadu VOC dan seribu orang prajurit Jawa. Dalam ekspedisi militer ini pasukan juga diiringi 800 gerobak sapi bermuatan logistik atau barang-barang yang dikawal dari Surabaya.
Pada detik-detik semakin mendekati wilayah Kediri, sempat muncul usulan dari komandan prajurit Jawa (Mataram) melalui surat yang intinya untuk membakar habis Kertosono, Kamagetan (Magetan) dan Caruban (Madiun).
Namun usulan itu ditolak mentah-mentah oleh Anthonio Hurdt. Pasukan gabungan Mataram dan VOC terus bergerak menuju ke Kediri. Tiba di wilayah Singkal (Saat ini Nganjuk), pasukan berhenti di tepi Sungai Brantas cukup lama.
Pada November 1678, ekspedisi militer yang dipimpin Kapten Tack melakukan penyerbuan besar-besaran di Kota Kediri. Semua dirampok dan dijarah. Benteng-benteng pertahanan Trunojoyo dihancurkan. Kediri berhasil diambil alih oleh Mataram dan VOC Belanda.
Trunojoyo bersama rombongan kecil berhasil meloloskan diri ke arah Selatan, namun tidak berlangsung lama berhasil diringkus. Trunojoyo yang diiringi dua istrinya digelandang menuju Istana Amangkurat II di Surabaya.
Pada 2 Januari 1860 Trunojoyo dihukum mati. Dalam lukisan tahun 1890 yang didokumentasikan oleh KITLV, Raja Amangkurat II menusuk dada Trunojoyo dengan keris Kiai Blabar hingga tewas.
Eksekusi mati itu tragisnya dilakukan di depan istri Trunojoyo dan perwira VOC Belanda.
Pada detik-detik semakin mendekati wilayah Kediri, sempat muncul usulan dari komandan prajurit Jawa (Mataram) melalui surat yang intinya untuk membakar habis Kertosono, Kamagetan (Magetan) dan Caruban (Madiun).
Namun usulan itu ditolak mentah-mentah oleh Anthonio Hurdt. Pasukan gabungan Mataram dan VOC terus bergerak menuju ke Kediri. Tiba di wilayah Singkal (Saat ini Nganjuk), pasukan berhenti di tepi Sungai Brantas cukup lama.
Pada November 1678, ekspedisi militer yang dipimpin Kapten Tack melakukan penyerbuan besar-besaran di Kota Kediri. Semua dirampok dan dijarah. Benteng-benteng pertahanan Trunojoyo dihancurkan. Kediri berhasil diambil alih oleh Mataram dan VOC Belanda.
Trunojoyo bersama rombongan kecil berhasil meloloskan diri ke arah Selatan, namun tidak berlangsung lama berhasil diringkus. Trunojoyo yang diiringi dua istrinya digelandang menuju Istana Amangkurat II di Surabaya.
Pada 2 Januari 1860 Trunojoyo dihukum mati. Dalam lukisan tahun 1890 yang didokumentasikan oleh KITLV, Raja Amangkurat II menusuk dada Trunojoyo dengan keris Kiai Blabar hingga tewas.
Eksekusi mati itu tragisnya dilakukan di depan istri Trunojoyo dan perwira VOC Belanda.
(hri)
Lihat Juga :