Waduh! Pelajar di Pasuruan Jual Ratusan Video Porno Anak-anak
Jum'at, 10 November 2023 - 15:57 WIB
loading...
Polda Jatim berhasil membongkar penjualan video porno dengan melibatkan anak-anak. Foto/iNews TV/Rahmat Ilyasan
A
A
A
SURABAYA - Seorang pelajar berinisial JT (18) warga Pasuruan, Jatim, dibekuk Ditreskrimsus Polda Jatim, usai kedapatan menjual ratusan video porno anak-anak. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan ratusan video porno anak-anak yang disimpan dalam 39 folder.
Baca juga: Bocah 8 Tahun Kecanduan Nonton Video Porno dan Jadi Korban Pencabulan Ayah Angkat
Video porno anak-anak itu, dijual melalui media sosial dengan harga ratusan ribu rupiah. Sepak terjang JT dalam menjual video prono, berakhir setelah diringkus Unit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.
Kabudit V Siber Crime, Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Hendri Novere Santoso menyebutkan, JT terbukti menjual dan mentrasmisikan konten video porno, dan gambar porno anak-anak. "Ratusan video itu diunduh pelaku di internet, lalu dijual kepada para pria hidung belang melalui media sosial," ungkapnya.
Baca juga: Edan! Petinggi 2 Bank di Batam Gasak Uang Nasabah Rp26 Miliar
Video porno itu, kata Hendri, dijual oleh pelaku dengan harga bervariatif, mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Selain itu, pelaku juga menghubungi korban yang sesuai di media sosial, dan meminta foto serta video tanpa busana. Jika korban bersedia, maka foto dan video porno tersebut akan dijual lalu hasilnya dibagi antara pelaku dengan korban.
Baca juga: Bocah 8 Tahun Kecanduan Nonton Video Porno dan Jadi Korban Pencabulan Ayah Angkat
Video porno anak-anak itu, dijual melalui media sosial dengan harga ratusan ribu rupiah. Sepak terjang JT dalam menjual video prono, berakhir setelah diringkus Unit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.
Kabudit V Siber Crime, Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Hendri Novere Santoso menyebutkan, JT terbukti menjual dan mentrasmisikan konten video porno, dan gambar porno anak-anak. "Ratusan video itu diunduh pelaku di internet, lalu dijual kepada para pria hidung belang melalui media sosial," ungkapnya.
Baca juga: Edan! Petinggi 2 Bank di Batam Gasak Uang Nasabah Rp26 Miliar
Video porno itu, kata Hendri, dijual oleh pelaku dengan harga bervariatif, mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Selain itu, pelaku juga menghubungi korban yang sesuai di media sosial, dan meminta foto serta video tanpa busana. Jika korban bersedia, maka foto dan video porno tersebut akan dijual lalu hasilnya dibagi antara pelaku dengan korban.
Lihat Juga :