Disabilitas Korban Pemerkosaan Jalani Tes Kejiwaan, RPA Perindo: Secara Mental Sudah Lumayan

Rabu, 18 Oktober 2023 - 15:14 WIB
loading...
Disabilitas Korban Pemerkosaan...
RPA Partai Perindo mendampingi disabilitas korban pemerkosaan di Kota Bandung menjalani pemeriksaan psikologi di RSJ Pemerintah Provinsi Jabar. Foto/MPI/Gin Gin Tigin Ginulur
A A A
BANDUNG - Disabilitas korban pemerkosaan di Kota Bandung berinisial NSF menjalani pemeriksaan psikologi di RS Jiwa Pemerintah Provinsi Jabar, Jalan Kolonel Masturi Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/10/2023).

Selama sekitar tiga jam, NSF berada di ruang Instalasi Rehabilitasi Medik. Di sana, NSF diminta menggambar, berhitung, dan menebak puzzle.

Baca juga: Datangi Polda Jabar, RPA Perindo Desak Penuntasan Kasus Pemerkosaan Disabilitas

"Tadi hasil tes psikolog NSF disuruh gambar, disuruh ngitung, disuruh nebak puzzle hasilnya lumayan, kalau dari kecerdasan bagus, cuma mungkin untuk yang lan-lainnya masih kurang. Nulis juga bisa," kata Ketua Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo Kota Bandung Dewi Rosdiani, Rabu (18/10/2023).

Saat itu, Dewi bersama Ketua DPW RPA Partai Perindo Jabar Aji Murtidianti mendapampingi korban NSF di RSJ Provinsi Jawa Barat. Pendampingan tersebut merupakan wujud konsistensi Partai Perindo dalam mengawal kasus kekerasan seksual terhadap NSF hingga tuntas.



"Sekarang kondisinya baik-baik saja. Tadi juga dia (korban) terlihat ceria. Jiwa keibuannya juga ada seperti manusia normal biasa. Cuma mungkin keterbatasan karena dia kan disabilitas, jadi untuk aktivitas gendong anaknya agak sulit," kata Dewi.

Menurut Dewi, secara mental kondisi NSF sudah lumayan meski belum pulih benar. Saat ingat kejadian kekerasan seksual yang menimpanya, lanjut Dewi, NSF masih suka melamun.

Baca juga: RPA Perindo Datangi Kejati Jabar Desak Tuntaskan Kasus Disabilitas Korban Pemerkosaan

"Secara mental sudah lumayan. Kalau pulih banget sih enggak ya. Kalau dia inget suka melamun. Tapi secara keseluruhan baik-baik saja," ujar Dewi.

Saat ditanya berapa lama waktu pemulihan mental korban, Dewi tidak bisa menjawab pasti. Menurut dia, banyak faktor yang memengaruhi proses tersebut.

"Kita susah nebak tergantung dari lingkungan harus banyak yang peduli, sayang, mungkin itu bisa membuat dia terhibur, jangan sendiri," kata Dewi.

Dia pun berharap kasus tersebut segera selesai dan berkas dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

"Harapannya cepat selesai, cepet P21. Kasihan korban bolak balik, kurang ini, kurang itu tes psikolog apa, keinginan kita cepet beres," tutup Dewi.

Kasus kekerasan seksual terhadap NSF terjadi pada Maret 2020 lalu. Kekerasan terhadap korban terjadi selama 19 bulan tanpa diketahui oleh keluarga.

Pelaku dalam kasus ini disinyalir berjumlah dua orang. Di bulan ke-19, muncul pelaku kedua dan dari sana keluarga penasaran dan curiga dengan apa yang terjadi.

Awalnya, keluarga meminta pertanggungjawaban pelaku kedua. Sebab, pelaku sempat membawa korban menginap dan tidak pulang ke rumah. Dalam dua kali tes pada Oktober 2021, keluarga mendapatkan korban positif hamil.

Namun, di tengah proses hukum yang tengah berjalan, pelaku kedua meninggal dunia. Keluarga korban kemudian fokus menuntut keadilan dan pertanggungjawaban kepada pelaku pertama yang tak lain merupakan paman korban berinsial AH.

Keluarga korban pun akhirnya melaporkan AH kepada Polda Jabar pada Januari 2022 silam. AH pun sempat ditahan Polda Jabar selama proses hukum berjalan. Namun dibebaskan kembali karena masa penahanannya selama proses penyidikan habis.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Rekomendasi
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
Berita Terkini
Video Detik-detik Penangkapan...
Video Detik-detik Penangkapan Roy Suryo Diputar di Sidang Praperadilan
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Melirik Geliat Transformasi...
Melirik Geliat Transformasi Digital dan Rahasia Transaksi Aman Masyarakat Kediri
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved