Dampak COVID-19, Warga Woedoa NTT Makan Ubi Hutan Beracun

Kamis, 30 April 2020 - 09:26 WIB
loading...
Dampak COVID-19, Warga...
Pandemi COVID-19 membuat warga Desa Woedoa, Nangaroro, Nagekeo, NTT mengalami kesulitan perekonomian. Mereka terpaksa makan ubi beracun karena tak punya beras. Foto/iNews TV/Joni Nura
A A A
NAGEKEO - Pandemi COVID-19 membuat warga Desa Woedoa, Nangaroro, Nagekeo , Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kesulitan perekonomian. Untuk bertahan hidup. mereka terpaksa makan ubi beracun karena tak punya beras.

Selama 3 minggu masyarakat di Desa Woedoa terpaksa memakan ondo, sejenis ubi hutan beracun karena tidak memiliki beras. Sementara untuk mendapatkan ubi itu warga mencarinya di hutan. "Akibat dari wabah COVID-19, warga di sini sudah tiga minggu makan ondo, karena masyarakat tidak lagi bisa beli beras. Karena mau beli beras uang tidak ada. Kalau hewan peliharaan seperti ayam, kambing dan babi ada. Tapi mau jual tidak ada yang beli," kata Herman Pera, warga Woedoa, Rabu (30/4/2020). (Baca juga: Mau Melahirkan, Ibu Hamil Ditolak RS-Bidan dan Harus Jalan Kaki 5 Km)
Dampak COVID-19, Warga Woedoa NTT Makan Ubi Hutan Beracun

Herman yang merupakan mantan staf Desa Woedoa memaparkan, dia dan warga setempat terpaksa makan ondo karena tidak ada lagi makanan yang tersisa di rumah. Jagung yang ditanam mengalami gagal panen.

Saat ini situasi di wilayah desa itu pada siang hari terlihat sepi karena hampir semua warga masuk hutan untuk mencari ubi hutan beracun. Ubi ondo merupakan salah satu ubi hutan yang beracun. Sebelum dikonsumsi butuh pengolahan yang baik dan benar agar racunnya bisa hilang. "Agar ubi ondo bisa dimakan dengan aman, harus diolah dengan penuh kesabaran dan memakan waktu beberapa hari," ujarnya.

Herman menjelaskan, sebelum ubi ondo terlebih dahulu harus dikuliti dulu, lalu iris berbentuk lempeng. "Setelah itu dijemur, jika telah kering harus direndam dan dicuci di air mengalir selama tiga malam. Lalu dijemur lagi hingga benar kering sampai bagian dalamnya. Dan kalau sudah kering baru dikonsumsi," jelas Herman.

Dia menambahkan sampai saat ini warga setempat belum mendapatkan bantuan dari Pemda Nagekeo. "Yang dapat kecuali warga yang terdaftar di PKH. Itu hanya beberapa orang saja," ujarnya.

Dia berharap dengan persoalan ini pemerintah daerah dapat memperhatikan warga yang terkena dampak COVID-19. Menipisnya persediaan makanan dan mengakibatkan warga mengkonsumsi ubi hutan. Padahal jika salah dalam mengolahnya, maka bisa fatal. Sementara itu, Camat Nangaroro Gaspar Taka ketika dihubungi untuk konfirmasi terkait warga Desa Woedoa makan ubi beracun belum memberikan tanggapan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Gempa M6,0 Guncang Timor...
Gempa M6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Komitmen Suli Beri Bantuan...
Komitmen Suli Beri Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di Kupang NTT
Menteri PPPA Sebut Siswa...
Menteri PPPA Sebut Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Tak Punya Tempat Bercerita
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Awas, Tercatat 97 Kali Gempa Vulkanik Dalam
Status Gunung Lewotobi...
Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level Awas
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved