Indeks Demokrasi Kalimantan Utara Peringkat 2 Nasional
Selasa, 04 Agustus 2020 - 17:11 WIB
loading...
Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara Eko Marsoro menunjukkan piagam penghargaan Provinsi Kaltara yang meraih peringkat ke-2 (kedua) nasional untuk capaian IDI 2019 kepada Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie. Foto istimewa
A
A
A
TANJUNG SELOR - Masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) patut berbangga. Provinsi beribukota Tanjung Selor ini kembali mencatatkan nilai terbaik dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019. Kaltara berhasil meningkatkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia 2019 hingga 2,38 poin.
Dari capaian IDI 2018 sebesar 81,07, menjadi 83,45 untuk IDI 2019. Hasil ini menempatkan Kaltara pada peringkat ke-2 (kedua) nasional untuk capaian IDI 2019. Secara rinci, perkembangan IDI Kaltara selama 5 tahun terakhir, yakni pada IDI 2015 mencapai 80,16, lalu IDI 2016 mencapai 76,98, IDI 2017 mencapai 81,05, IDI 2018 mencapai 81,07 dan IDI 2019 83,45.
“Jangan lupa selalu bersyukur. Pagi ini (3/8/2020) di hari pertama kerja setelah libur Iduladha 1441 Hijriah/2020 Masehi, masyarakat Kaltara menerima kabar gembira. Tadi baru saja disampaikan Kepala Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Bapak Eko Marsoro yang datang ke ruang kerja saya, bahwa Kaltara kembali mencatatkan nilai terbaik dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019,” kata Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie, dalam pesan daringnya yang diterima SINDOnews, Selasa (4/7/2020).
Menurut Irianto, dari indikator yang dinilai, peran serta pemerintah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Utamanya, dalam transparansi anggaran. Pun demikian, sejumlah rekomendasi BPS terkait perkembangan IDI Kaltara patut menjadi perhatian. Yakni, soal kemungkinan melonjaknya pemilih pada Pilkada Serentak 2020 yang masuk dalam DPT Tambahan.
Hal ini akan mengurangi poin IDI, karena adanya kemungkinan terjadinya kecurangan, kurangnya sosialisasi dan lainnya. Hal lainnya, adalah ancaman kericuhan pada Pilkada, banyaknya tindak pelanggaran pemilu, dan lainnya. Untuk itu catatan tersebut patut menjadi perhatian kita bersama.
Dari capaian IDI 2018 sebesar 81,07, menjadi 83,45 untuk IDI 2019. Hasil ini menempatkan Kaltara pada peringkat ke-2 (kedua) nasional untuk capaian IDI 2019. Secara rinci, perkembangan IDI Kaltara selama 5 tahun terakhir, yakni pada IDI 2015 mencapai 80,16, lalu IDI 2016 mencapai 76,98, IDI 2017 mencapai 81,05, IDI 2018 mencapai 81,07 dan IDI 2019 83,45.
“Jangan lupa selalu bersyukur. Pagi ini (3/8/2020) di hari pertama kerja setelah libur Iduladha 1441 Hijriah/2020 Masehi, masyarakat Kaltara menerima kabar gembira. Tadi baru saja disampaikan Kepala Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Bapak Eko Marsoro yang datang ke ruang kerja saya, bahwa Kaltara kembali mencatatkan nilai terbaik dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019,” kata Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie, dalam pesan daringnya yang diterima SINDOnews, Selasa (4/7/2020).
Menurut Irianto, dari indikator yang dinilai, peran serta pemerintah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Utamanya, dalam transparansi anggaran. Pun demikian, sejumlah rekomendasi BPS terkait perkembangan IDI Kaltara patut menjadi perhatian. Yakni, soal kemungkinan melonjaknya pemilih pada Pilkada Serentak 2020 yang masuk dalam DPT Tambahan.
Hal ini akan mengurangi poin IDI, karena adanya kemungkinan terjadinya kecurangan, kurangnya sosialisasi dan lainnya. Hal lainnya, adalah ancaman kericuhan pada Pilkada, banyaknya tindak pelanggaran pemilu, dan lainnya. Untuk itu catatan tersebut patut menjadi perhatian kita bersama.
Lihat Juga :