Para Pekerja Malam Kepung Balai Kota, Ini Curhatannya
Senin, 03 Agustus 2020 - 12:54 WIB
loading...
Para pekerja malam di Surabaya geruduk Balai Kota untuk meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mencabut larangan bekerja di malam hari. Foto/SINDONews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Ratusan pekerja malam yang selama lima bulan terakhir tak bisa kerja mulai melayangkan protes. Dengan membawa berbagai poster yang berisi keluhan, mereka mengepung Balai Kota Surabaya , Senin (3/8/2020).
Sambil berteriak, para pekerja mala mini membentangkan berbagai poster yang berisi kesulitan hidup mereka sejak aktifitas malam dibatasi di Kota Pahlawan.
(Baca juga: Patroli Masker, Risma Kelelahan hingga Dipapah ke Mobil )
Berbagai poster seperti “Kami Tak Bisa Makan Bu Risma, Tolonglah Kami”; “Kost-kosatan, Susu Anak, Angsuran, Mangan Seng Mbayari Duduk Pemerintah”; “Gak Murel!!! Gak Mbadok!!!” terus dibentangkan dan sebagian di temple di dinding pagar Balai Kota Surabaya.
“Kami ingin kembali kerja, bisa makan dan bisa membayar kost untuk tinggal,” kata Rita, salah satu pengunjuk rasa. (Baca juga: Kesembuhan Pasien COVID-19 di Jawa Timur Tembus 15.000 )
Sambil berteriak, para pekerja mala mini membentangkan berbagai poster yang berisi kesulitan hidup mereka sejak aktifitas malam dibatasi di Kota Pahlawan.
(Baca juga: Patroli Masker, Risma Kelelahan hingga Dipapah ke Mobil )
Berbagai poster seperti “Kami Tak Bisa Makan Bu Risma, Tolonglah Kami”; “Kost-kosatan, Susu Anak, Angsuran, Mangan Seng Mbayari Duduk Pemerintah”; “Gak Murel!!! Gak Mbadok!!!” terus dibentangkan dan sebagian di temple di dinding pagar Balai Kota Surabaya.
“Kami ingin kembali kerja, bisa makan dan bisa membayar kost untuk tinggal,” kata Rita, salah satu pengunjuk rasa. (Baca juga: Kesembuhan Pasien COVID-19 di Jawa Timur Tembus 15.000 )
Lihat Juga :