alexametrics

Yuk, Berlibur ke Air Terjun Perawan 'Aiq Ngemplok di TN Gunung Rinjani

loading...
Yuk, Berlibur ke Air Terjun Perawan Aiq Ngemplok di TN Gunung Rinjani
Berlibur ke Lombok Timur, ada baiknya Anda singgah ke obyek wisata yang satu ini, yaitu Air Terjun Aiq Ngemplok di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading. (Foto/Inews TV/Lalu Ramli N)
A+ A-
LOMBOK TIMUR - Berlibur ke Lombok Timur, ada baiknya Anda singgah ke obyek wisata yang satu ini, yaitu Air Terjun 'Aiq Ngemplok' di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading.

Air terjun ini berada di lokasi Taman Nasional Gunung Rinjani, sekitar 35 menit jalan kaki dari pemukiman warga, di Dusun Srijata. Obyek wisata ini terbilang perawan, karena memang tempatnya tersembunyi di tengah hutan.

Menuju lokasi ini pun, pengunjung harus melalui Kawasan Hutan Lindung TNGR dengan deretan pohon bajur, goa, jalan menanjak dan sedikit gelap akibat rinbunan pohon. Tapi rasa lelah akan terbayar karna pengunjung akan menikmati pesona alam nan indah, sejuk dengan suara deburan air terjun dari bongkahan batu.

"Lokasi ini masih baru, jadi masih jarang orang berkunjung kesini," ujar wisatawan lokal, Ilham, Jumat (31/07/2020).(BACA JUGA: Salurkan Hewan Kurban, Youtuber Putra Siregar Raih 2 Rekor MURI)

Karena itu, Ilham bersama kawan- kawannya yang mulai menata obyek wisata ini. Mereka menata jalur, menyiapkan tempat persinggahan sehingga wisatawan dengan mudah mengakses tempat ini, di samping lokasi camping.

"Kami lihat ini potensi, jadi saya dan temen temen mulai menata tempat ini berkoordinasi dengan BTNGR," tuturnya.(BACA JUGA: Novak Djokovic Dinilai Layak Jadi Petenis Greatest of All Time)

Disebut air terjun 'Aiq Ngemplok' karena air yang terjun ini berasal dari bongkahan batu, mengalir dari air pegunungan. "Keistimewaan Aiq Ngemplok ini, tingginya 10 sampai 12 meter. Airnya jernih dan suasana masih alami," tambahnya.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak