Ungkap Aktivitas Tak Wajar Pelaku dan Korban Mutilasi Sleman, Polisi Kerahkan Tim Cyber dan Periksa Kejiwaan
Rabu, 19 Juli 2023 - 15:48 WIB
loading...
Tersangka W (29) dan RD (38) pelaku mutilasi di Sleman bakal diperiksa kejiwaannya untuk mengungkap aktivitas tak wajar. Foto/iNews TV/Heru Trijoko
A
A
A
SLEMAN - Polda DIY bakal mengerahkan tim Cyber dan memeriksakan kejiwaan dua pelaku mutilasi terhadap korban R (20), mahasiswa UMY warga Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Pemeriksaan kejiwaan untuk mengetahui latar belakang perilaku W (29) warga Magelang dan RD (38) warga Kebayoran Lama, Jakarta yang tega melakukan perbuatan sangat keji.
Dirkrimum Polda DIY, FX Endriadi menuturkan, korban dan kedua pelaku tergabung dalam sebuah komunitas yang melakukan perilaku tidak wajar atau nyeleneh. Sesaat sebelum mutilasi, ketiga orang saling melakukan aksi kekerasan di dalam kamar kos pelaku W di Krapyak, Sleman.
Baca juga: Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman Tergabung di Komunitas dengan Aktivitas Tak Wajar
"Karena aksi saling melakukan kekerasan ini kebablasan, korban akhirnya meninggal dunia," kata Endriadi, Rabu (19/7/2023).
Selain itu, Endriadi mengungkapkan, setelah korban meninggal dunia maka kedua pelaku panik. Keduanya kemudian berniat untuk menghilangkan jejak peristiwa tersebut dengan melakukan pemotongan bagian tubuh korban atau yang dikenal mutilasi.
"Apa saja yang mereka mutilasi sesuaikan kita dapatkan di TKP (tempat kejadian perkara)," sebut Dirkrimum Polda DIY.
Dirkrimum Polda DIY, FX Endriadi menuturkan, korban dan kedua pelaku tergabung dalam sebuah komunitas yang melakukan perilaku tidak wajar atau nyeleneh. Sesaat sebelum mutilasi, ketiga orang saling melakukan aksi kekerasan di dalam kamar kos pelaku W di Krapyak, Sleman.
Baca juga: Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman Tergabung di Komunitas dengan Aktivitas Tak Wajar
"Karena aksi saling melakukan kekerasan ini kebablasan, korban akhirnya meninggal dunia," kata Endriadi, Rabu (19/7/2023).
Selain itu, Endriadi mengungkapkan, setelah korban meninggal dunia maka kedua pelaku panik. Keduanya kemudian berniat untuk menghilangkan jejak peristiwa tersebut dengan melakukan pemotongan bagian tubuh korban atau yang dikenal mutilasi.
"Apa saja yang mereka mutilasi sesuaikan kita dapatkan di TKP (tempat kejadian perkara)," sebut Dirkrimum Polda DIY.
Lihat Juga :