BFI Finance Cermat Jaga Risiko di Semester I 2020 dan Tetap Bayarkan Dividen
Sabtu, 25 Juli 2020 - 20:33 WIB
loading...
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSTLB) pada 29 Juni 2020. Foto/BFI Finance
A
A
A
BANDUNG - Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang membayangi industri keuangan, baik secara nasional maupun global. Industri multifinance tidak terlepas dari kondisi tersebut.
Meski begitu, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) terus beroperasi dengan manajemen risiko terukur dan prudent, sambil terus berada dalam koridor peraturan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemberian fasilitas keringanan kredit bagi konsumen melalui restrukturisasi pembiayaan. (BACA JUGA: BFI Finance Catatkan Nilai Restrukturisasi Rp4,1 Triliun )
Atas pertimbangan keselamatan dan kesehatan berbagai pihak, seperti, karyawan, konsumen, mitra eksternal, dan para pemangku kepentingan lainnya, BFI Finance memutuskan untuk melangkah hati-hati dengan membatasi sementara lini produk pembiayaan selama kuartal II-2020. (BISA DIKLIK: Biaya Operasional Bank Nasional Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya )
Penutupan ini mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan pada semester I tahun ini. Nilai piutang pembiayaan bersih turun 9,5% dibandingkan periode sama di 2019 (year-on-year/YoY) dari Rp16,46 triliun menjadi Rp14,90 triliun dan nilai pendapatan turun 2,75% dari Rp2,51 triliun menjadi Rp2,43 triliun YoY.
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menghambat penyebaran COVID-19 di berbagai daerah juga berdampak terhadap mobilitas orang dan aktivitas ekonomi, sehingga membawa pengaruh kuat terhadap penurunan kemampuan bayar konsumen.
Meski begitu, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) terus beroperasi dengan manajemen risiko terukur dan prudent, sambil terus berada dalam koridor peraturan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemberian fasilitas keringanan kredit bagi konsumen melalui restrukturisasi pembiayaan. (BACA JUGA: BFI Finance Catatkan Nilai Restrukturisasi Rp4,1 Triliun )
Atas pertimbangan keselamatan dan kesehatan berbagai pihak, seperti, karyawan, konsumen, mitra eksternal, dan para pemangku kepentingan lainnya, BFI Finance memutuskan untuk melangkah hati-hati dengan membatasi sementara lini produk pembiayaan selama kuartal II-2020. (BISA DIKLIK: Biaya Operasional Bank Nasional Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya )
Penutupan ini mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan pada semester I tahun ini. Nilai piutang pembiayaan bersih turun 9,5% dibandingkan periode sama di 2019 (year-on-year/YoY) dari Rp16,46 triliun menjadi Rp14,90 triliun dan nilai pendapatan turun 2,75% dari Rp2,51 triliun menjadi Rp2,43 triliun YoY.
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menghambat penyebaran COVID-19 di berbagai daerah juga berdampak terhadap mobilitas orang dan aktivitas ekonomi, sehingga membawa pengaruh kuat terhadap penurunan kemampuan bayar konsumen.
Lihat Juga :