Kuliah Kebhinekaan di PKT, Sukidi Perjuangkan Kesetaraan dalam Keragaman
Selasa, 13 Juni 2023 - 18:51 WIB
loading...
Kuliah Kebinekaan bertema Pancasila, Gotong Royong, dan Impian Indonesia Emas 2045. (Ist)
A
A
A
SAMARINDA - Di tengah keterkoyakan nilai-nilai moral bangsa ini, kebinekaan harus dirawat, dilestarikan, dan dijunjung tinggi sebagai prinsip moral hidup bersama secara setara dan harmonis.
Hal itu ditegaskan pemikir kebinekaan Sukidi pada Kuliah Kebinekaan bertema "Pancasila, Gotong Royong, dan Impian Indonesia Emas 2045" di hadapan dua ratusan karyawan Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Anak Perusahaan, JVC dan Yayasan yang berlangsung di Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Senin (12/6/2023).
Sukidi mengajak kita untuk menjiwai moto bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika, agar seluruh komponen bangsa mampu membangun mozaik indah kebinekaan Indonesia dengan tali ikatan persatuan dan kesatuan.
Indonesia harus selalu berdiri tegak di atas fondasi kemajemukan yang terdiri dari berbagai suku, ras, adat, dan agama. "Kebinekaan telah menjadi Konsensus bangsa. Jika ada pihak-pihak yang berhasrat untuk merobek-robek konsensus kebinekaan, maka tindakan itu sama saja dengan menghancurkan konsensus kita sebagai bangsa yang berbineka," ujar Sukidi.
Tugas kita, menurut Sukidi, adalah merawat warisan luhur kebinekaan yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa sebagai fondasi nilai untuk memajukan Indonesia yang selalu berdiri tegak dan kokoh di atas kebinekaan.
Hal itu ditegaskan pemikir kebinekaan Sukidi pada Kuliah Kebinekaan bertema "Pancasila, Gotong Royong, dan Impian Indonesia Emas 2045" di hadapan dua ratusan karyawan Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Anak Perusahaan, JVC dan Yayasan yang berlangsung di Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Senin (12/6/2023).
Sukidi mengajak kita untuk menjiwai moto bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika, agar seluruh komponen bangsa mampu membangun mozaik indah kebinekaan Indonesia dengan tali ikatan persatuan dan kesatuan.
Indonesia harus selalu berdiri tegak di atas fondasi kemajemukan yang terdiri dari berbagai suku, ras, adat, dan agama. "Kebinekaan telah menjadi Konsensus bangsa. Jika ada pihak-pihak yang berhasrat untuk merobek-robek konsensus kebinekaan, maka tindakan itu sama saja dengan menghancurkan konsensus kita sebagai bangsa yang berbineka," ujar Sukidi.
Tugas kita, menurut Sukidi, adalah merawat warisan luhur kebinekaan yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa sebagai fondasi nilai untuk memajukan Indonesia yang selalu berdiri tegak dan kokoh di atas kebinekaan.
Lihat Juga :