Kisah Siti Manggopoh, Sosok Wanita Legendaris Berjuluk Singa Betina dari Minang
Senin, 12 Juni 2023 - 05:02 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah mengakui jasa-jasa Siti Manggopoh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, dan menetapkannya sebagai Perintis Kemerdekaan sejak 1964. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor Pol: 1379/64/P.K. Lembaran Negara nomor 19/1964, tanggal 17 Januari 1964.
Baca juga: Brutal! Kelompok Remaja di Makassar Serang Bapak dan Anak hingga Luka Bersimbah Darah
Salah satu peninggalan dan jejak perang Manggopoh, yang hingga kini masih berdiri kokoh adalah Masjid Siti Manggopoh. Di masjid ini, sering digunakan sebagai tempat rapat dan menyusun strategi melawan penjajah Belanda.
Dalam laman kebudayaan.kemdikbud.go.id disebutkan, digunakannya masjid tersebut sembagai tempat mengatur strategi perang melawan Belanda, diketahui dari keterangan takmir Masjid Gadang Manggopoh, Abrur Muthalib. Masjid kuno itu, dibangun sekitar tahun 1842, atas Prakarsa Syech Abdul Muthalib atau dikenal dengan sebutan Ungku Batu Bidai.
Masjid Gadang Manggopoh tersebut, digunakan sebagai tempat mengaji, salat, dan tempat untuk musyawarah bagi niniak mamak tujuh suku Manggopoh. Suami Siti Manggopoh, Asyik Bagindo Magek, juga menjadikan masjid tersebut sebagai tempat latihan bela diri.
Saat ini di depan masjid tersebut, juga terdapat kompleks makam Tabuah Sutan Mangkuto atau Siti Manggopoh. Di area pemakaman tersebut, dimakamkan jenazah para tokoh pejuang yang gugur dalam perang Manggopoh pada tahun 1908.
Baca juga: Brutal! Kelompok Remaja di Makassar Serang Bapak dan Anak hingga Luka Bersimbah Darah
Salah satu peninggalan dan jejak perang Manggopoh, yang hingga kini masih berdiri kokoh adalah Masjid Siti Manggopoh. Di masjid ini, sering digunakan sebagai tempat rapat dan menyusun strategi melawan penjajah Belanda.
Dalam laman kebudayaan.kemdikbud.go.id disebutkan, digunakannya masjid tersebut sembagai tempat mengatur strategi perang melawan Belanda, diketahui dari keterangan takmir Masjid Gadang Manggopoh, Abrur Muthalib. Masjid kuno itu, dibangun sekitar tahun 1842, atas Prakarsa Syech Abdul Muthalib atau dikenal dengan sebutan Ungku Batu Bidai.
Masjid Gadang Manggopoh tersebut, digunakan sebagai tempat mengaji, salat, dan tempat untuk musyawarah bagi niniak mamak tujuh suku Manggopoh. Suami Siti Manggopoh, Asyik Bagindo Magek, juga menjadikan masjid tersebut sebagai tempat latihan bela diri.
Saat ini di depan masjid tersebut, juga terdapat kompleks makam Tabuah Sutan Mangkuto atau Siti Manggopoh. Di area pemakaman tersebut, dimakamkan jenazah para tokoh pejuang yang gugur dalam perang Manggopoh pada tahun 1908.
(eyt)
Lihat Juga :