Bulan Depan, PDAM Bergerak Ganti Meteran Pelanggan yang Sudah Tidak Layak
Jum'at, 24 Juli 2020 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Hamzah bahkan menyampaikan berdasarkan temuan BPK disebutkan PDAM Kota Makassar berpotensi kehilangan pendapatan ratusan juta rupiah jika kondisi ini tidak segera diperbaiki. Apalagi kondisi jaringan pipa di kawasan timur kota saat ini sudah sangat memprihatinkan. Tingkat kehilangan airnya sangat tinggi.
"Kalau tidak diperbaiki itu potensi pendapatan PDAM paling sedikit Rp500 juta sampai Rp700 juta per hari yang hilang. Artinya kalau pipa itu tidak bocor lagi maka tekanan air ke pelanggan semakin kuat sehingga kita bisa memaksimalkan pelayanan kita ke timur kota," bebernya. Baca Juga : Bumiputera Tak Gubris Perintah Kejati, Firdaus: Kita Atensi, Pasti Ada Apa-apanya
Sedangkan untuk pencurian air, diakui Hamzah pihaknya belum melakukan upaya maksimal di tengah pandemi. Namun ke depan itu pun juga akan menjadi perhatian perusahaan. "Di tengah pandemi ini pencuruan air ini kita belum gaspol. Saat ini yang bisa kita lakukan pergantian meter," tuturnya.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta PDAM berfokus pada pelayanan air bersih. Sebab, air bersih merupakan hak masyarakat yang harus menjadi perhatian. "Kita minta PDAM perbaikan sistem layanan air yang sudah ada sekarang. Jangan lagi ada masyarakat yang mau air tetapi buka keran tidak ada airnya. Jadi kebijakan anggarannya harus menyasar pada target tersebut," katanya.
Selain itu, PDAM juga diminta untuk memperbaiki pipa-pipa air yang sudah usang. Pasalnya, itu berpotensi menjadi lumbung kebocoran air yang membuat aliran air tersendat. "Kualitas pipa itu semua akan menjadi perhatian PDAM ke depan," tutupnya. BacaLagi : Pendapatan PDAM Makassar Turun Drastis Gegara Pandemi Corona
"Kalau tidak diperbaiki itu potensi pendapatan PDAM paling sedikit Rp500 juta sampai Rp700 juta per hari yang hilang. Artinya kalau pipa itu tidak bocor lagi maka tekanan air ke pelanggan semakin kuat sehingga kita bisa memaksimalkan pelayanan kita ke timur kota," bebernya. Baca Juga : Bumiputera Tak Gubris Perintah Kejati, Firdaus: Kita Atensi, Pasti Ada Apa-apanya
Sedangkan untuk pencurian air, diakui Hamzah pihaknya belum melakukan upaya maksimal di tengah pandemi. Namun ke depan itu pun juga akan menjadi perhatian perusahaan. "Di tengah pandemi ini pencuruan air ini kita belum gaspol. Saat ini yang bisa kita lakukan pergantian meter," tuturnya.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta PDAM berfokus pada pelayanan air bersih. Sebab, air bersih merupakan hak masyarakat yang harus menjadi perhatian. "Kita minta PDAM perbaikan sistem layanan air yang sudah ada sekarang. Jangan lagi ada masyarakat yang mau air tetapi buka keran tidak ada airnya. Jadi kebijakan anggarannya harus menyasar pada target tersebut," katanya.
Selain itu, PDAM juga diminta untuk memperbaiki pipa-pipa air yang sudah usang. Pasalnya, itu berpotensi menjadi lumbung kebocoran air yang membuat aliran air tersendat. "Kualitas pipa itu semua akan menjadi perhatian PDAM ke depan," tutupnya. BacaLagi : Pendapatan PDAM Makassar Turun Drastis Gegara Pandemi Corona
(sri)
Lihat Juga :