Emak-emak di Pinrang Ngamuk Bentrok dengan Mahasiswa saat Bakar Ban
Rabu, 31 Mei 2023 - 18:43 WIB
loading...
Sejumlah emak-emak di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terlibat bentrok dengan mahasiswa saat aksi demonstrasi. Foto/MPI/Erwin Eka Pratama
A
A
A
PINRANG - Aksi demonstrasi mahasiswa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, berujung ricuh. Emak-emak yang terganggu dengan asap dari ban yang dibakar mahasiswa, mengamuk dan mencoba menerobos barisan massa mahasiswa.
Baca juga: Polisi Belanda Tangkap 1.500 Aktivis Lingkungan
Sambil membawa ember berisi air dan selang, emak-emak tersebut tak gentar sedikitpun saat menerobos massa aksi mahasiswa yang menutup Jalan Jenderal Sudirman. Para emak-emak ini protes, karena asap tebal dari ban yang dibakar masuk ke dalam rumah hingga mengganggu pernapasan.
Adu mulut tak dapat dhindari lagi, saat para mahasiswa mencoba mengadang emak-emak yang mencoba memadamkan kobaran api. Aksi bentrokan antara mahasiswa dengan emak-emak tersebut, akhirnya dapat dicegah aparat kepolisian yang besiaga di lokasi demonstrasi.
Baca juga: Habiskan Dana Desa Rp898 Juta untuk Main Ranjang, Pj Kades Divonis 6 Tahun Penjara
"Kami sangat terganggu dengan asap hitam yang masuk ke rumah. Barang-barang menjadi hitam, aromanya tidak sedap dan mengganggu pernapasan. Semua terganggu, tetapi tidak berani menyampaikan. Akhirnya kami tergerak untuk memadamkan api," ungkap salah satu warga, Tahira.
Baca juga: Polisi Belanda Tangkap 1.500 Aktivis Lingkungan
Sambil membawa ember berisi air dan selang, emak-emak tersebut tak gentar sedikitpun saat menerobos massa aksi mahasiswa yang menutup Jalan Jenderal Sudirman. Para emak-emak ini protes, karena asap tebal dari ban yang dibakar masuk ke dalam rumah hingga mengganggu pernapasan.
Adu mulut tak dapat dhindari lagi, saat para mahasiswa mencoba mengadang emak-emak yang mencoba memadamkan kobaran api. Aksi bentrokan antara mahasiswa dengan emak-emak tersebut, akhirnya dapat dicegah aparat kepolisian yang besiaga di lokasi demonstrasi.
Baca juga: Habiskan Dana Desa Rp898 Juta untuk Main Ranjang, Pj Kades Divonis 6 Tahun Penjara
"Kami sangat terganggu dengan asap hitam yang masuk ke rumah. Barang-barang menjadi hitam, aromanya tidak sedap dan mengganggu pernapasan. Semua terganggu, tetapi tidak berani menyampaikan. Akhirnya kami tergerak untuk memadamkan api," ungkap salah satu warga, Tahira.
Lihat Juga :