Bejatnya Guru Ngaji di Sleman, Jadikan Santrinya Budak Seks Sejak 2016

Selasa, 02 Mei 2023 - 16:38 WIB
loading...
Bejatnya Guru Ngaji...
Seorang oknum guru ngaji di Sleman, tega menjadikan santrinya budak seks sejak 2016. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A A A
SLEMAN - Sungguh bejat perbuatan oknum guru ngaji di Sleman berinisial, KSM (50) warga Kalurahan Banyuraden Kapanewon Gamping Kabupaten Sleman .

Lelaki kelahiran Gunungkidul ini tega melakukan aksi pencabulan terhadap santrinya. Tak hanya sekali, ternyata sampai berkali- kali.

Aksi pencabulan tersebut diduga sudah dilakukan bertahun-tahun. Namun aksinya terbongkar setelah salah satu korbannya berinisial M mengadu ke kerabatnya hingga sampailah ke tangan polisi. KSM akhirnya diamankan oleh polisi pada malam takbiran idulfitri lalu.

Baca juga: Bejat! Pengasuh Pesantren Cabuli Belasan Santriwati, Modus Dijanjikan Dapat Karomah

Penasehat hukum para korban, Iwan Setiawan mengatakan, aksi tersebut terbongkar ketika korban M enggan lagi mengaji ke tempat pelaku pada akhir tahun 2022 lalu. M yang baru berusia 17 tahun ini mengaku trauma ketika ditanya alasan tidak lagi pergi mengaji.

"Bocah perempuan ini curhat kepada budenya bahwa sering disetubuhi oleh pelaku yang tidak lain guru ngajinya,"tutur dia, Selasa (2/5/2023).



Sang bude yang kaget kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunda bocah itu. Bersama budenya, ibunda korban kemudian melaporkan kepada ketua RT yang kebetulan perempuan. Terus berlanjut ke Dukuh, lurah hingga akhirnya ke kepolisian.

Peristiwa itupun membuat geger warga setempat, tak terima dengan peristiwa tersebut. Kendati sudah dilaporkan namun pelaku tak kunjung diamankan oleh pihak berwajib. Hingga akhirnya warga geram dan bermaksud menghakimi pelaku.

Baca juga: Bejat, Oknum Guru di Cirebon Cabuli Belasan Muridnya

"Nah untungnya kabar itu didengar oleh pihak kepolisian. Dan akhirnya pelaku diamankan pada malam takbiran silam setelah ditemukan bukti kuat yaitu hasil visum korban menunjukkan selaput dara korban rusak,"tutur dia.

Dari hasil wawancara dia dengan korban, ternyata aksi bejat sang guru ngaji tersebut dilakukan sejak tahun 2016 yaitu ketika umur 11 tahun. Saat itu, korban kemungkinan belum mengetahui atau menyadari kalau menjadi korban pencabulan.

Namun saat ini, ketika beranjak dewasa dan memiliki pacar, akhirnya korban menyadari jika menjadi korban pencabulan. Hingga akhirnya korban jengah dan melaporkan peristiwa tersebut kepada kerabatnya hingga akhirnya ke polisi.

"Itu kyai bahkan cemburu dengan pacar korban. Korban diminta untuk putus dengan pacarnya,"terang dia.

Baca juga: Nestapa Anak Tiri Jadi Budak Nafsu Ayah karena Diancam Ibu Kandungnya Dibunuh

Iwan menambahkan, awal mula pencabulan itu sendiri terjadi ketika pelaku menyebut korban adalah anak indigo yang bisa mengetahui makhluk astral dan meramal masa depan. Kemampuan tersebut menurut Sang Kyai dapat membahayakan korban di masa yang akan datang.

Sehingga pelaku mengatakan mampu menghilangkan hal tersebut dengan sebuah ritual. Ritual tersebut adalah melakukan persetubuhan dengan sang Kyai. Namun tak hanya sekali, persetubuhan harus dilakukan berkali-kali. Untuk memuluskan niatnya, pelaku kadang mengintimidasi korban.

"Korban sampai lupa berapa kali. Katanya hampir setiap seminggu sekali disetubuhi. Bayangkan sejak tahun 2016 sudah berapa kali,"tukasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
Dampingi Korban Kekerasan...
Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Pati, Eva Monalisa: Kami Kawal Sampai Tuntas!
Perempuan Bangsa Desak...
Perempuan Bangsa Desak Pendampingan Total Santri Korban Kekerasan Seksual Kiai di Pati
Pengacara Santriwati...
Pengacara Santriwati Korban Pencabulan di Pati Tolak Disogok Rp400 Juta untuk Cabut Laporan
Polisi Tangkap KS, yang...
Polisi Tangkap KS, yang Diduga Bantu Pelarian Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati
Modus Kiai Ponpes Pati...
Modus Kiai Ponpes Pati Cabuli Santriwati Terungkap: Dalih Hilangkan Penyakit hingga Kekerasan
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Kemenag Siapkan Beasiswa...
Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji
MUI Rehabilitasi 500...
MUI Rehabilitasi 500 Rumah Guru Ngaji dan Marbot Terdampak Bencana Sumatera
Rekomendasi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved