Kemenperin Dampingi Tatalogam Group Menuju Era Teknologi 4.0

Jum'at, 17 Juli 2020 - 10:59 WIB
loading...
Kemenperin Dampingi...
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahardi saat acara ‘End-to-end Industry 4.0 Implementation in Tatalogam Group’, di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (16/7/2020). (Foto/Ist)
A A A
CIKARANG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur dalam bertransformasi menuju industri 4.0 yang disebut Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Hal tersebut merupakan tindak lanjut implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu tujuannya adalah menciptakan daya saing global.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahardi menyebutkan, sektor industri logam, meski tidak termasuk dalam sektor prioritas seperti industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, otomotif dan elektronika, tetap harus bertransformasi guna mendukung kesiapan menuju era digital 4.0. Pasalnya industri ini merupakan mother of industry. (BACA JUGA: Ini Upaya BP Jamsostek Cimahi Tekan Angka Kecelakaan Kerja dan COVID-19)

“Industri logam ini adalah mother of Industry karena produk logam dasar merupakan bahan baku utama yang menunjang bagi kegiatan sektor industri lain seperti industri otomotif, maritim, elektronika, dan sebagainya,” terang Doddy dalam sambutannya di ‘End-to-end Industry 4.0 Implementation in Tatalogam Group’, di kawasan Industri Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (16/7).

Ia juga memaparkan, industri logam selama ini telah memberi kontribusi yang cukup tinggi bagi perekonomian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, implementasi INDI 4.0 yang dilakukan di sektor ini sudah sejalan dengan program Making Indonesia 4.0.

“Pada Januari hingga Mei 2020, sektor industri logam mampu memberikan kontribusi ekspor hingga 9,20 miliar dolar AS. Naik 41 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2019 yang hanya mencapai sekitar 6,5 miliar dolar. Hal ini selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0. yaitu meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong produk go internasional,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Unjuk Rasa, ISSC...
Gelar Unjuk Rasa, ISSC Desak Menkeu Purbaya Setop Impor Baja dari Vietnam dan China
DPR ke Krakatau Steel...
DPR ke Krakatau Steel Cilegon: Dorong Industri Baja Nasional Berkembang
Tagih Janji Sediakan...
Tagih Janji Sediakan Air Bersih, Ratusan Warga di Konawe Utara Blokade Jalan Masuk Pabrik Baja
GMNI Harap Pemerintah...
GMNI Harap Pemerintah Kendalikan Impor Baja
Krakatau Steel dan PT...
Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari Berkolaborasi Usung Industri Baja yang Berkelanjutan
Strategi Kemandirian...
Strategi Kemandirian Industri Baja Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
KRAS Ambil Bagian dalam...
KRAS Ambil Bagian dalam Hilirisasi Nasional Fase 2: Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional
Perkuat Masa Depan Industri...
Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional, Danantara Bersama DPR Kawal Kinerja KRAS
Rekomendasi
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved