Sekjen Gapensi Harapkan Ada Relaksasi Permen PUPR Nomor 403 Tahun 2002
Jum'at, 18 September 2020 - 12:54 WIB
loading...
Pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan pertumbuhan industri baja nasional dengan mendorong terciptanya iklim usaha industri yang kondusif dan kompetitif. (Foto/Ist)
A
A
A
CIKARANG - Pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan pertumbuhan industri baja nasional dengan mendorong terciptanya iklim usaha industri yang kondusif dan kompetitif.
Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi serta kemampuan inovatif pada sektor tersebut.
“Kebijakan-kebijakan tersebut dirumuskan dengan maksud memberikan jaminan dan kesempatan bagi industri nasional, khususnya industri baja, agar dapat bersaing di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier saat pelepasan ekspor 1.200 ton baja produksi PT Tata Metal Lestari ke Pakistan dan Thailand, di Cikarang, Jawa Barat
Ia menjelaskan, dalam mendongkrak kinerja industri baja, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan demand di pasar domestik, salah satunya dengan mendorong bahan baku baja dalam negeri untuk mendukung proyek strategis nasional atau konstruksi nasional yang sedang digalakan pemerintah. (BACA JUGA: Tiba di Italia, Luis Suarez Disoraki dan Dicibir Suporter)
Dalam hal ini pemerintah turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).
Sekjen Gapensi dan Wakil Ketua Umum Bidang Koordinator Wilayah Timur Kadin H. Andi Rukman N. Karumpa mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah, khususnya Kemenperin.
Dia juga mengapresiasi upaya PT. Tata Metal Lestari dan PT. Tatalogam Lestari sebagai perusahaan penyedia Baja Lapis Zinc Aluminium dengan merek Nexalume dan Baja Ringan TASO dalam menjaga kesehatan dan keamanan pekerja-pekerja di pabrik.
Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi serta kemampuan inovatif pada sektor tersebut.
“Kebijakan-kebijakan tersebut dirumuskan dengan maksud memberikan jaminan dan kesempatan bagi industri nasional, khususnya industri baja, agar dapat bersaing di pasar domestik maupun ekspor,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier saat pelepasan ekspor 1.200 ton baja produksi PT Tata Metal Lestari ke Pakistan dan Thailand, di Cikarang, Jawa Barat
Ia menjelaskan, dalam mendongkrak kinerja industri baja, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan demand di pasar domestik, salah satunya dengan mendorong bahan baku baja dalam negeri untuk mendukung proyek strategis nasional atau konstruksi nasional yang sedang digalakan pemerintah. (BACA JUGA: Tiba di Italia, Luis Suarez Disoraki dan Dicibir Suporter)
Dalam hal ini pemerintah turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi).
Sekjen Gapensi dan Wakil Ketua Umum Bidang Koordinator Wilayah Timur Kadin H. Andi Rukman N. Karumpa mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah, khususnya Kemenperin.
Dia juga mengapresiasi upaya PT. Tata Metal Lestari dan PT. Tatalogam Lestari sebagai perusahaan penyedia Baja Lapis Zinc Aluminium dengan merek Nexalume dan Baja Ringan TASO dalam menjaga kesehatan dan keamanan pekerja-pekerja di pabrik.
Lihat Juga :