Wacana Sanksi bagi Warga Jabar yang Tak Pakai Masker Terus Tuai Kritik
Rabu, 15 Juli 2020 - 19:51 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melontarkan wacana penerapan sanksi denda terhadap warga yang tak mengenakan masker. Foto/Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Wacana pemberlakuan sanksi denda terhadap warga yang tak mengenakan masker yang digulirkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terus menuai kritikan karena dinilai kurang efektif dalam upaya mendisiplinkan masyarakat.
Kali ini, kritikan disampaikan pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan. Dia menilai, sanksi denda bagi warga yang tidak menggunakan masker di tempat-tempat umum kurang efektif. (BACA JUGA: Denda Tak Bermasker, Urgensitas atau Formalitas? )
Daripada denda, kata Cecep, Pemprov Jabar sebaiknya fokus mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat terkait penerapan protokol pencegahan COVID-19. Penerapan sanksi merupakan opsi paling terakhir. (BACA JUGA: Soal Tak Pakai Masker, Sanksi Sosial Dinilai Lebih Edukatif Daripada Denda Materi )
"Pemerintah harus memfasilitasi, misalnya memberikan bantuan masker. Kalau upaya-upaya itu sudah optimal, dari sisi edukasi pemberdayaan masyarakat sudah optimal, baru pada tahap sanksi," kata Cecep, Rabu (15/7/2020). (BACA JUGA: Tak Pakai Masker, Mulai 27 Juli Jabar Terapkan Denda Rp150 Ribu )
Cecep juga menekankan, jika Pemprov Jabar merasa telah maksimal melakukan sosialisasi dan edukasi dan memutuskan akan menerapkan sanksi, sanksi tersebut seharusnya bukan berupa denda, melainkan sanksi sosial.
Menurutnya, sanksi dalam bentuk denda tidak akan membuat jera para pelanggar. Selain itu, sanksi denda juga dinilainya tidak berkeadilan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Kali ini, kritikan disampaikan pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan. Dia menilai, sanksi denda bagi warga yang tidak menggunakan masker di tempat-tempat umum kurang efektif. (BACA JUGA: Denda Tak Bermasker, Urgensitas atau Formalitas? )
Daripada denda, kata Cecep, Pemprov Jabar sebaiknya fokus mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat terkait penerapan protokol pencegahan COVID-19. Penerapan sanksi merupakan opsi paling terakhir. (BACA JUGA: Soal Tak Pakai Masker, Sanksi Sosial Dinilai Lebih Edukatif Daripada Denda Materi )
"Pemerintah harus memfasilitasi, misalnya memberikan bantuan masker. Kalau upaya-upaya itu sudah optimal, dari sisi edukasi pemberdayaan masyarakat sudah optimal, baru pada tahap sanksi," kata Cecep, Rabu (15/7/2020). (BACA JUGA: Tak Pakai Masker, Mulai 27 Juli Jabar Terapkan Denda Rp150 Ribu )
Cecep juga menekankan, jika Pemprov Jabar merasa telah maksimal melakukan sosialisasi dan edukasi dan memutuskan akan menerapkan sanksi, sanksi tersebut seharusnya bukan berupa denda, melainkan sanksi sosial.
Menurutnya, sanksi dalam bentuk denda tidak akan membuat jera para pelanggar. Selain itu, sanksi denda juga dinilainya tidak berkeadilan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Lihat Juga :