Cegah Modus Phising dan Social Engineering dalam OOTD
Jum'at, 10 Februari 2023 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, mengaktifkan OTP atau One-Time Password. Keempat, mengenali situs web atau aplikasi palsu yang dibuat mirip aslinya.
Kelima, tidak menggunakan wifi publik atau gratis saat mengakses media sosial atau marketplace.
Khusus phising pada marketplace, Pradipta juga membagi ciri-ciri dalam mengenali modus pelakunya. Pertama, nominal hadiah/diskon yang ditawarkan tak masuk akal.
Kedua, kontak marketplace tidak menggunakan kontak resmi, melainkan kontak pribadi. Ketiga, situs web tidak menggunakan https, logonya tidak sesuai, atau terdapat kesalahan ejaan.
Dalam menyikapi kejahatan siber phising ini, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Direktorat Pemberdayaan Informatika, Sub Direktorat Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD (Gerakan Nasional Literasi Digital) Siberkreasi telah merancang Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024.
Di dalam peta jalan tersebut, ada empat kerangka kurikulum literasi digital: Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture.
Baca: Bencana Akibat Perubahan Iklim Makin Nyata, BMKG: Segera Lakukan Mitigasi.
Selain itu, ada tiga kerangka dalam menyusun program untuk tiga komponen masyarakat, yakni Digital Society, Digital Economy, dan Digital Government.
Dengan kerangka inilah, program-program konkret hadir untuk menciptakan masyarakat cakap digital yang dapat terhindar dari modus pencurian data pribadi berupa phising dan social engineering.
Kelima, tidak menggunakan wifi publik atau gratis saat mengakses media sosial atau marketplace.
Khusus phising pada marketplace, Pradipta juga membagi ciri-ciri dalam mengenali modus pelakunya. Pertama, nominal hadiah/diskon yang ditawarkan tak masuk akal.
Kedua, kontak marketplace tidak menggunakan kontak resmi, melainkan kontak pribadi. Ketiga, situs web tidak menggunakan https, logonya tidak sesuai, atau terdapat kesalahan ejaan.
Dalam menyikapi kejahatan siber phising ini, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Direktorat Pemberdayaan Informatika, Sub Direktorat Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama GNLD (Gerakan Nasional Literasi Digital) Siberkreasi telah merancang Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024.
Di dalam peta jalan tersebut, ada empat kerangka kurikulum literasi digital: Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture.
Baca: Bencana Akibat Perubahan Iklim Makin Nyata, BMKG: Segera Lakukan Mitigasi.
Selain itu, ada tiga kerangka dalam menyusun program untuk tiga komponen masyarakat, yakni Digital Society, Digital Economy, dan Digital Government.
Dengan kerangka inilah, program-program konkret hadir untuk menciptakan masyarakat cakap digital yang dapat terhindar dari modus pencurian data pribadi berupa phising dan social engineering.
(nag)
Lihat Juga :