Syarat Wajib Tes PCR Disebut PSIS Semarang Bakal Menyulitkan
Rabu, 15 Juli 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Doni Monardo mengaku telah menyampaikan beberapa persyaratan ini ke Menpora Zainudin Amali, dan lulusan Akademi Militer 1985 ini merasa persyaratan itu sulit untuk diterapkan.
(Baca juga: Tolak TKA China, Massa Demonstran Sandera Mobil Dinas )
Menanggapi hal ini, General Manager PSIS Wahyoe "Liluk" Winarto juga merasa hal ini sulit diterapkan di sepak bola Indonesia dengan beberapa faktor tertentu.
"Membaca statement Gugus Tugas di media saya merasa itu sulit untuk diterapkan. Persyaratannya cukup ketat dan saya yakin tidak bisa. Sebagai contoh, di klub Indonesia apa ada yang sudah memiliki tempat isolasi mandiri. Klub kan juga nginepnya di hotel atau apartement, apa mungkin pesan satu hotel dan apartement untuk satu klub?," ujar Liluk, Selasa (14/7/2020)
"Kemudian pemain kan juga punya keluarga. Jika mereka pulang ke rumah, mereka juga minimal kumpul dengan keluarganya. Apalagi jadwal bakal mepet-mepet antar pertandingan. Belum lagi PCR itu biayanya nggak murah," imbuhnya.
(Baca juga: Tolak TKA China, Massa Demonstran Sandera Mobil Dinas )
Menanggapi hal ini, General Manager PSIS Wahyoe "Liluk" Winarto juga merasa hal ini sulit diterapkan di sepak bola Indonesia dengan beberapa faktor tertentu.
"Membaca statement Gugus Tugas di media saya merasa itu sulit untuk diterapkan. Persyaratannya cukup ketat dan saya yakin tidak bisa. Sebagai contoh, di klub Indonesia apa ada yang sudah memiliki tempat isolasi mandiri. Klub kan juga nginepnya di hotel atau apartement, apa mungkin pesan satu hotel dan apartement untuk satu klub?," ujar Liluk, Selasa (14/7/2020)
"Kemudian pemain kan juga punya keluarga. Jika mereka pulang ke rumah, mereka juga minimal kumpul dengan keluarganya. Apalagi jadwal bakal mepet-mepet antar pertandingan. Belum lagi PCR itu biayanya nggak murah," imbuhnya.
Lihat Juga :