Bahas Kelainan Pembuluh Darah di Otak, RS Hospital Jambi Gelar Bincang Sehat
Sabtu, 21 Januari 2023 - 16:30 WIB
loading...
Untuk mengedukasi penyakit stroke, Siloam Hospitals Jambi menyelenggarakan bincang sehat bertajuk Deteksi Dini, Stroke dan Kelainan Pembuluh Darah Otak, di Jambi pada Kamis (19/1/2023). Foto ist
A
A
A
JAMBI - Penyakit stroke merupakan manifestasi klinis akut disfungsi neurologis pada otak, medulla spinalis dan retina yang ada di tubuh dan menetap selama lebih dari 24 jam yang dapat menimbulkan kematian akibat gangguan pembuluh darah.
Untuk mengedukasi penyakit stroke, Siloam Hospitals Jambi menyelenggarakan bincang sehat bertajuk "Deteksi Dini, Stroke dan Kelainan Pembuluh Darah Otak," di Jambi pada Kamis (19/1/2023). Hadir dalam edukasi ini sebagai pembicara dr Hendra Irawan Sp.S., FINA. Baca juga: Studi: Tingkat Kematian Milenial karena Stroke Lebih Tinggi Dibandingkan Generasi X
Dokter spesialis saraf, Hendra Irawan pada sesi tanya jawab, menyampaikan, di Indonesia masih menduduki posisi kedua untuk mortality atau angka kematian setelah serangan jantung.
Namun, keduanya adalah kejadian yang mendadak. "Pada hakikatnya, stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang disebabkan kurangnya aliran darah sebagian otak, tulang belakang ataupun retina. Stroke memiliki 2 kelompok, yaitu stroke sumbatan dan pendarahan," ungkapnya.
Menurut riset kesehatan dasar tahun 2007, prevalensi nasional stroke adalah 8,3 per 1.000 penduduk. Data yang diperoleh tahun 2012-2014, jumlah stroke iskemik sebesar 67 persen dan sisanya sebesar 33 persen adalah stroke hemoragik.
Untuk mengedukasi penyakit stroke, Siloam Hospitals Jambi menyelenggarakan bincang sehat bertajuk "Deteksi Dini, Stroke dan Kelainan Pembuluh Darah Otak," di Jambi pada Kamis (19/1/2023). Hadir dalam edukasi ini sebagai pembicara dr Hendra Irawan Sp.S., FINA. Baca juga: Studi: Tingkat Kematian Milenial karena Stroke Lebih Tinggi Dibandingkan Generasi X
Dokter spesialis saraf, Hendra Irawan pada sesi tanya jawab, menyampaikan, di Indonesia masih menduduki posisi kedua untuk mortality atau angka kematian setelah serangan jantung.
Namun, keduanya adalah kejadian yang mendadak. "Pada hakikatnya, stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang disebabkan kurangnya aliran darah sebagian otak, tulang belakang ataupun retina. Stroke memiliki 2 kelompok, yaitu stroke sumbatan dan pendarahan," ungkapnya.
Menurut riset kesehatan dasar tahun 2007, prevalensi nasional stroke adalah 8,3 per 1.000 penduduk. Data yang diperoleh tahun 2012-2014, jumlah stroke iskemik sebesar 67 persen dan sisanya sebesar 33 persen adalah stroke hemoragik.
Lihat Juga :