Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Kamis, 21 Mei 2026 - 09:50 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Penanganan stroke masih menjadi tantangan serius di Indonesia, terutama di wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Sumatera Utara. Dalam konteks ini, keberadaan fasilitas kesehatan dengan standar penanganan cepat dan terintegrasi menjadi faktor kunci dalam menyelamatkan pasien.
Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan resmi meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization. Pencapaian ini menjadikannya sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut.
Data menunjukkan prevalensi stroke di Sumatera Utara berada di kisaran 9,3 persen, menjadikannya salah satu wilayah dengan beban kasus signifikan secara nasional. Dalam kondisi ini, kecepatan penanganan menjadi faktor penentu utama keselamatan pasien.
Dalam praktik medis, terdapat periode kritis yang dikenal sebagai golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Penanganan dalam rentang waktu ini dapat meningkatkan peluang pemulihan serta mengurangi risiko kecacatan permanen.
Sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, intervensi medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti. Rumah sakit juga harus memiliki kesiapan layanan 24 jam dengan dukungan tim multidisiplin dan teknologi medis yang memadai.
Selain itu, indikator penting seperti kecepatan penanganan awal pasien (door-to-needle time) serta kemampuan melakukan tindakan lanjutan seperti trombektomi menjadi bagian dari penilaian.
Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, menyebut sertifikasi ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan resmi meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization. Pencapaian ini menjadikannya sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut.
Data menunjukkan prevalensi stroke di Sumatera Utara berada di kisaran 9,3 persen, menjadikannya salah satu wilayah dengan beban kasus signifikan secara nasional. Dalam kondisi ini, kecepatan penanganan menjadi faktor penentu utama keselamatan pasien.
Dalam praktik medis, terdapat periode kritis yang dikenal sebagai golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul. Penanganan dalam rentang waktu ini dapat meningkatkan peluang pemulihan serta mengurangi risiko kecacatan permanen.
Sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, intervensi medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti. Rumah sakit juga harus memiliki kesiapan layanan 24 jam dengan dukungan tim multidisiplin dan teknologi medis yang memadai.
Selain itu, indikator penting seperti kecepatan penanganan awal pasien (door-to-needle time) serta kemampuan melakukan tindakan lanjutan seperti trombektomi menjadi bagian dari penilaian.
Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, menyebut sertifikasi ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Lihat Juga :