Pemkab Luwu Utara Komitmen Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:48 WIB
"Kita siapkan konsumsi, penjemputan, siapkan semua secara gratis dan juga menyiapkan pendamping psikolog," tambah Andi Zulkarnain.
Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani mengatakan ini menjadi penting dari waktu ke waktu laju kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat, jenisnya juga bermacam-macam.
Baca juga:Upaya Pemulihan Ekonomi, Bupati Luwu Utara Minta Warga Manfaatkan PNM
"Harapan kekerasan fisik maupun verbal dapat kita turunkan, kuantitasnya relatif meningkat apalagi dimasa pandemi, menjadi penting negara hadir sebagai perpanjangan tangan dunia memberikan atensi yang sangat besar," ujarnya.
Dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, kata Indah, isu ini mendapatkan tempat tersendiri berada di tujuan kelima.
"Yaitu menghapus segala bentuk kekerasan perempuan dan anak baik di ruang publik dan privat baik dalam hal perdagangan, seksual dan jenis-jenis eksploitasi," ujarnya.
"Olehnya yayasan save the children, pemerintah daerah serta PT Mars beberapa waktu lalu mengadakan sosialisasi untuk mengurangi pekerja anak di sektor perkebunan," tambah Indah.
Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani mengatakan ini menjadi penting dari waktu ke waktu laju kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat, jenisnya juga bermacam-macam.
Baca juga:Upaya Pemulihan Ekonomi, Bupati Luwu Utara Minta Warga Manfaatkan PNM
"Harapan kekerasan fisik maupun verbal dapat kita turunkan, kuantitasnya relatif meningkat apalagi dimasa pandemi, menjadi penting negara hadir sebagai perpanjangan tangan dunia memberikan atensi yang sangat besar," ujarnya.
Dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, kata Indah, isu ini mendapatkan tempat tersendiri berada di tujuan kelima.
"Yaitu menghapus segala bentuk kekerasan perempuan dan anak baik di ruang publik dan privat baik dalam hal perdagangan, seksual dan jenis-jenis eksploitasi," ujarnya.
"Olehnya yayasan save the children, pemerintah daerah serta PT Mars beberapa waktu lalu mengadakan sosialisasi untuk mengurangi pekerja anak di sektor perkebunan," tambah Indah.
Lihat Juga :