Banjir Luwu Utara Bikin 5 Desa Terisolasi 3 Bulan, Pemerintah Tutup Mata?
Minggu, 02 Juni 2024 - 13:43 WIB
loading...
Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, belum juga surut dan mengisolasi lima desa. Foto/SINDOnews
A
A
A
LUWU UTARA - Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, belum juga surut. Hingga kini, banjir masih mengisolasi lima desa. Alhasil, aktivitas warga lumpuh akibat banjir dengan ketinggian hampir 1 meter.
Desa yang terisolis banjir tersebut yakni Desa Beringin Jaya, Desa Lembang-Lembang, Desa Lawewe, Desa Pombakka, dan Desa Limbong Wara. “Pemerintah kemana, tiga bulan kami kebanjiran,” kata Rusli, warga Beringin Jaya, Minggu (2/6/2024).
Baca Juga: Banjir Luwu Utara Meluas, 24 Desa di 5 Kecamatan Terendam
Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga merendam ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan milik warga, sehingga terancam mengalami gagal panen. “Kami terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah sudah tidak bisa dihuni,” ucapnya.
Warga Luwu Utara sangat kecewa dengan pemerintah daerah maupun pusat yang terkesan tutup mata dengan peristiwa banjir ini. Sebab, sudah tiga bulan warga tak bisa berbuat banyak dan hanya tinggal dalam pengungsian. “Kami sangat kecewa,” ujarnya.
Desa yang terisolis banjir tersebut yakni Desa Beringin Jaya, Desa Lembang-Lembang, Desa Lawewe, Desa Pombakka, dan Desa Limbong Wara. “Pemerintah kemana, tiga bulan kami kebanjiran,” kata Rusli, warga Beringin Jaya, Minggu (2/6/2024).
Baca Juga: Banjir Luwu Utara Meluas, 24 Desa di 5 Kecamatan Terendam
Selain merendam ribuan rumah warga, banjir juga merendam ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan milik warga, sehingga terancam mengalami gagal panen. “Kami terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah sudah tidak bisa dihuni,” ucapnya.
Warga Luwu Utara sangat kecewa dengan pemerintah daerah maupun pusat yang terkesan tutup mata dengan peristiwa banjir ini. Sebab, sudah tiga bulan warga tak bisa berbuat banyak dan hanya tinggal dalam pengungsian. “Kami sangat kecewa,” ujarnya.
Lihat Juga :