Warga Kampung Kranggan Ini Bikin Alat Semprot Disinfektan 162 Meter

Jum'at, 26 Juni 2020 - 01:00 WIB
"Ini salah satu ide menarik dari warga secara mandiri. ternyata juga enggak terlalu mahal. ini bisa disemprot pagi hari saat warga berkegiatan, berangkat kerja atau berangkat sekolah. kemudian dinyalakan lagi sore hari waktu warga baru datang, anak sekolah baru datang. Jadi virus COVID-19 ini, tidak sampai berkembang sudah disetrilisasi," kata Whisnu, Kamis (25/6/2020) di Kampung Kranggan.

Wisnu berharap, konsep Kampung Mandiri dan tangguh ini bisa diterapkan di seluruh RT RW dan perkampungan di Kota Surabaya. Terutama di daerah-daerah zona merah atau kampung-kampung yang banyak warganya terjangkit COVID-19. Penerapan itu diharapkan agar angka positif di Kota Surabaya bisa segera ditekan dan bisa segera turun sebanyak-banyaknya.

Menurutnya, alat penyemprot disinfektan ini tidak hanya bisa digunakan saat pandemi. Namun juga tetap bisa dimanfaatkan ketika sudah selesai pandemi untuk menyejukkan Wilayah sekitar di siang hari dan sore hari.

"Ini juga bisa dimanfaatkan warga untuk alat penyemprotan lingkungan. Bisa dibuat alat penyemprot otomatis bagi tanaman. Ini kan juga bisa sejuk kalau panas gitu, disemprot itu jalanan sejuk debu juga tidak naik ke atas," tandasnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!