Tak Ada Toilet di Sekolah, Seorang Guru Tahan Buang Air

Rabu, 30 Maret 2022 - 17:15 WIB
Sejak mulai mengajar pada 1991, Wardi harus menahan buang air di SDN Kertawaluya III Kertawaluya, Tirtamulya, Karawang karena belum memiliki sarana sanitasi. Foto/ACT
KARAWANG - Sejak mulai mengajar di tahun 1991, Wardi harus menahan buang air setiap kali beraktivitas di sekolah. Hal itu ia lakukan karena di sekolah tempat mengajar, yaitu SDN Kertawaluya III, Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang belum memiliki sarana sanitasi hingga hari ini.

Imbasnya, ia didiagnosis menderita sakit batu ginjal. Tidak hanya Wardi, guru-guru lain juga harus menahan buang air. Sementara itu, banyak siswa sering buang air sembarangan karena sudah tidak bisa menahannya.



Baca juga: ACT Lakukan Pemberdayaan Pondok Pesantren Prasejahtera

“Kalau (siswa) yang rumahnya dekat dan punya toilet, siswa pulang dulu setelah itu balik ke sekolah lagi. Kalau yang tidak punya (toilet) asal aja,” ujar Wardi saat diwawancarai ACTNews.

Menurut tim program ACT Karawang, M Sidiq, sebagian masyarakat di Desa Kertawaluya masih belum memiliki sarana sanitasi di rumahnya. Masyarakat memanfaatkan sungai sebagai tempat buang air atau toilet yang berada di fasilitas umum.

“Kami beberapa kali melakukan survey, ternyata memang masih banyak yang tidak punya toilet. Salah satu alasannya karena biaya pembuatan toilet dan sumur itu mahal, jadi belum mampu,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!