PTM di Majalengka Dimulai, Bupati: Langgar Prokes Bisa Disetop
Kamis, 02 September 2021 - 12:55 WIB
Bupati Karna Sobahi saat memantau PTM di SMPN 1 Kertajati. Foto/MPI/Inin Nastain
MAJALENGKA - Aktivitas di sekolah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) kembali hidup. Hal itu seiring dengan dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, setelah daerah ini dinyatakan PPKM level 2.
Dalam pelaksanaannya, PTM di Majalengka dilakukan dengan sistem shift harian. Dengan sistem tersebut, masing-masing kelas hanya akan terisi sebanyak 50 persen dari jumlah siswa di kelas itu secara keseluruhan. Baca juga: DKI Berencana Buka Sekolah Setiap Hari di Minggu Ketiga PTM Terbatas
"Jadi kalau kelas 1 ada 37 siswa, hari Senin kelompok A (masuk) 16 orang, nanti besoknya kelompok B yang masuk," kata Bupati Karna Sobahi saat melakukan monitoring ke sejumlah sekolah, Kamis (2/8/2021).
Selain pembatasan jumlah siswa, lanjut Karna, sekolah harus bisa memastikan ketersediaan fasilitas untuk cuci tangan. Saat proses belajar, para guru tidak boleh berinteraksi fisik dengan para siswanya. "Tidak ada istirahat dan diharapkan orang tua mengantarkan anaknya agar anak tidak kemana-mana," jelas Karna.
Dalam pelaksanaannya, PTM di Majalengka dilakukan dengan sistem shift harian. Dengan sistem tersebut, masing-masing kelas hanya akan terisi sebanyak 50 persen dari jumlah siswa di kelas itu secara keseluruhan. Baca juga: DKI Berencana Buka Sekolah Setiap Hari di Minggu Ketiga PTM Terbatas
"Jadi kalau kelas 1 ada 37 siswa, hari Senin kelompok A (masuk) 16 orang, nanti besoknya kelompok B yang masuk," kata Bupati Karna Sobahi saat melakukan monitoring ke sejumlah sekolah, Kamis (2/8/2021).
Selain pembatasan jumlah siswa, lanjut Karna, sekolah harus bisa memastikan ketersediaan fasilitas untuk cuci tangan. Saat proses belajar, para guru tidak boleh berinteraksi fisik dengan para siswanya. "Tidak ada istirahat dan diharapkan orang tua mengantarkan anaknya agar anak tidak kemana-mana," jelas Karna.
Lihat Juga :