Normalisasi Sungai Masamba, Sedimen Dikeruk hingga Kedalaman 1 Meter
Rabu, 01 September 2021 - 14:24 WIB
Tak hanya balai, saat ini juga berlangsung pekerjaan berupa pengerukan di bagian hilir kanan setelah jembatan Masamba oleh DPUTRPKP2. Hanya saja hasil pengerukannya dimanfaatkan menjadi tanggul darurat yang berfungsi sebagai penghalang agar air sungai tidak meluap ke pemukiman warga dan ruas jalan Masamba saat hujan deras.
Baca juga:BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Luwu Utara
Sebagai informasi berdasarkan hasil identifikasi dari Lembaga Kajian Kebencanaan Universitas Hasanuddin disebutkan bahwa total estimasi sedimentasi banjir bandang di tiga sungai pascabanjir di Luwu Utara pada 13 Juli 2020 lalu sebesar 222.476.966 m³.
Rinciannya adalah sungai Rongkong 136.838.603 m³, sungai Masamba 55.131.761,29 m³, dan sungai Radda 9.141.608 m³.
Baca juga:BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Luwu Utara
Sebagai informasi berdasarkan hasil identifikasi dari Lembaga Kajian Kebencanaan Universitas Hasanuddin disebutkan bahwa total estimasi sedimentasi banjir bandang di tiga sungai pascabanjir di Luwu Utara pada 13 Juli 2020 lalu sebesar 222.476.966 m³.
Rinciannya adalah sungai Rongkong 136.838.603 m³, sungai Masamba 55.131.761,29 m³, dan sungai Radda 9.141.608 m³.
(luq)
Lihat Juga :