Vaksinasi Berbuntut Ricuh, GMKI Desak Kapolda Sumut Bertanggungjawab
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 16:48 WIB
Kerumunan dan kericuhan warga yang mendesak pintu utama dibuka dalam Gebyar Vaksin Presisi di Gedung Serbaguna Pancing, Deli Serdang, Sumut. Foto/SINDOnews/Sartana Nasution
MEDAN - Pengurus Pusat GMKI Koordinator Wilayah I Sumut-Aceh, Hendra Manurung mendesak agar Kapolda Sumatera Utara bertanggungjawab terkait kerumunan yang berujung kericuhan dalam Gebyar Vaksin Presisi di Gedung Serbaguna Pancing di Jalan Williem Iskandar, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (3/8/2021).
"Kapolri perlu memanggil Kapolda Sumatera Utara dan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya terkhusus soal kericuhan vaksinasi di Gedung Serbaguna pada 3 Agustus kemarin. Jika memang ditemukan kelalaian dalam pelaksanaannya, maka Polri perlu memberikan sanksi tegas berupa pencopotan dari jabatannya," ujar Manurung dalam pernyataannya, Jumat (6/8/2021). Baca juga: Pedagang Cilok Mengira Dirazia, Ternyata Mau Dibagikan Sembako Bantuan Kapoldasu
Pada vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara itu, ribuan warga yang sudah menunggu sejak pagi hari, berdesakan masuk hingga ada yang terjatuh dan pingsan. Warga pun riuh mendesak pintu agar dibuka.
Manurung mengatakan, di tengah upaya pemerintah menanggulangi COVID-19 dengan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengurangi kerumunan, namun hal sebaliknya justru terjadi saat vaksinasi tersebut. "Kita khawatir kegiatan kemarin menjadi kluster baru penyebaran COVID-19," kata Manurung.
"Kapolri perlu memanggil Kapolda Sumatera Utara dan melakukan evaluasi terhadap kinerjanya terkhusus soal kericuhan vaksinasi di Gedung Serbaguna pada 3 Agustus kemarin. Jika memang ditemukan kelalaian dalam pelaksanaannya, maka Polri perlu memberikan sanksi tegas berupa pencopotan dari jabatannya," ujar Manurung dalam pernyataannya, Jumat (6/8/2021). Baca juga: Pedagang Cilok Mengira Dirazia, Ternyata Mau Dibagikan Sembako Bantuan Kapoldasu
Pada vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara itu, ribuan warga yang sudah menunggu sejak pagi hari, berdesakan masuk hingga ada yang terjatuh dan pingsan. Warga pun riuh mendesak pintu agar dibuka.
Manurung mengatakan, di tengah upaya pemerintah menanggulangi COVID-19 dengan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengurangi kerumunan, namun hal sebaliknya justru terjadi saat vaksinasi tersebut. "Kita khawatir kegiatan kemarin menjadi kluster baru penyebaran COVID-19," kata Manurung.
Lihat Juga :