Kisruh Wisata Religi Sunan Ampel Dipenghujung Ramadhan 1441 H
Kamis, 21 Mei 2020 - 23:01 WIB
Pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel menyerahkan kuasa di kantor Hukum Siti Marwiyah dan Bachrul Amiq, Kamis (21/5/2020). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
SURABAYA - Kabar kurang sedap mencuat dari dalam kawasan Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya. Di penghujung puasa Ramadhan 1441 H ini terjadi kekisruhan yang diduga karena adanya dualisme yayasan.
(Baca juga: Rekor! Hari Ini Tambahan Positif COVID-19 di Jatim Capai 502 Orang )
Salah satu gedung unit usaha pendidikan, yakni Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya (LPBA-MASA) atau Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Agung Sunan Ampel (STIBADA-MASA) disegel oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Oknum tersebut mengaku sebagai utusan dari yayasan Masjid Agung Soerabaja," kata Pengawas Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, sekaligus Direktur LPBA MASA, Ahmad Hifni Nawawi, di kantor Hukum Siti Marwiyah dan Bachrul Amiq, di Jalan Ngaglik Kota Surabaya, Kamis (21/5/2020).
(Baca juga: Rekor! Hari Ini Tambahan Positif COVID-19 di Jatim Capai 502 Orang )
Salah satu gedung unit usaha pendidikan, yakni Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya (LPBA-MASA) atau Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Agung Sunan Ampel (STIBADA-MASA) disegel oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Oknum tersebut mengaku sebagai utusan dari yayasan Masjid Agung Soerabaja," kata Pengawas Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, sekaligus Direktur LPBA MASA, Ahmad Hifni Nawawi, di kantor Hukum Siti Marwiyah dan Bachrul Amiq, di Jalan Ngaglik Kota Surabaya, Kamis (21/5/2020).
Lihat Juga :