634 Pengunjuk Rasa Penolak Omnibus Law Diamankan Polisi
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 07:34 WIB
Diketahui, aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo, Kamis (9/10/2020) berlangsung ricuh. Massa melempari polisi dengan botol, kayu dan kaca. Massa juga merusak lampu, water berrier, tiang rambu. Pintu gerbang Gedung Negara Grahadi, baik sisi barat maupun timur juga dijebol massa. Polisi lantas menembakkan gas air mata dan mengerahkan water canon guna membubarkan massa.
Aksi serupa di Kota Malang, juga diwarnai kericuhan. Pendemo melempari gedung DPRD dengan batu dan benda-benda lainnya. Kericuhan berawal saat massa aksi dari berbagai elemen mulai berkumpul di bundaran Tugu, yang lokasinya di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang.(Baca juga : Tagihan Gas Bumi Melejit, Penghuni Rusun Menjerit )
Sekelompok massa di sudut barat laut gedung DPRD Kota Malang mulai merusak kawat berduri yang dipasang untuk mengamankan aksi demo. Massa akhirnya dibubarkan polisi.
Aksi serupa di Kota Malang, juga diwarnai kericuhan. Pendemo melempari gedung DPRD dengan batu dan benda-benda lainnya. Kericuhan berawal saat massa aksi dari berbagai elemen mulai berkumpul di bundaran Tugu, yang lokasinya di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang.(Baca juga : Tagihan Gas Bumi Melejit, Penghuni Rusun Menjerit )
Sekelompok massa di sudut barat laut gedung DPRD Kota Malang mulai merusak kawat berduri yang dipasang untuk mengamankan aksi demo. Massa akhirnya dibubarkan polisi.
(nun)
Lihat Juga :