Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
Senin, 13 Juli 2026 - 13:12 WIB
loading...
Seekor bayi gajah bersama induknya di Unit Konservasi Gajah Estate Ukui, Langgam, Pelalawan, Riau pada 2023 lalu. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group Heidi Riddle mengapresiasi kepemimpinan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam memperkuat kebijakan konservasi gajah Indonesia. Menurut Heidi Riddle, terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi upaya perlindungan gajah sekaligus menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam membangun konservasi berbasis kolaborasi lintas sektor.
"Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Perlindungan Populasi Gajah merupakan tonggak penting bagi konservasi gajah di Indonesia dan memberikan sinyal yang sangat positif bagi komunitas konservasi gajah Asia. Konservasi gajah tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah,” kata Heidi saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Heidi berpendapat, konservasi gajah membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak karena habitat satwa tersebut melintasi berbagai batas administrasi dan sektor pembangunan.
Dia menuturkan, sebagai satwa dengan wilayah jelajah yang luas dan melintasi berbagai batas administrasi, kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor.
"Tidak hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan whole of government yang tercermin dalam Instruksi Presiden ini merupakan langkah yang sangat penting,” jelasnya.
"Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Perlindungan Populasi Gajah merupakan tonggak penting bagi konservasi gajah di Indonesia dan memberikan sinyal yang sangat positif bagi komunitas konservasi gajah Asia. Konservasi gajah tidak pernah menjadi pekerjaan yang mudah,” kata Heidi saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Heidi berpendapat, konservasi gajah membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak karena habitat satwa tersebut melintasi berbagai batas administrasi dan sektor pembangunan.
Dia menuturkan, sebagai satwa dengan wilayah jelajah yang luas dan melintasi berbagai batas administrasi, kelangsungan hidup gajah sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor.
"Tidak hanya pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga tata ruang, pembangunan infrastruktur, sektor perkebunan dan pertanian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan whole of government yang tercermin dalam Instruksi Presiden ini merupakan langkah yang sangat penting,” jelasnya.
Lihat Juga :