Curhat Warga Sidokepung Sidoarjo yang Dikabarkan Terpapar Covid-19
Sabtu, 02 Mei 2020 - 07:16 WIB
Dari periksa darah itu, hasilnya tidak ada masalah. Kemudian yang bersangkutan sempat ngantor. "Saya sempat nanya kabar ke dia. Bagaimana keadaannya, keluhannya apa. Dan ngasih masker juga. Ada satu teman lagi yang juga sempat menyapa," tambahnya.
Berselang beberapa hari, si teman kantor tadi dinyatakan statusnya Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dia pun diisolasi di RSU dr Soetomo Surabaya "Dari situlah saya dianggap punya riwayat kontak dengan dia," tuturnya.(baca Pemprov Jatim akan Lebih Represif Tindak Pelanggar PSBB juga:)
Akhirnya, semua karyawan perusahaan diliburkan. "Saya isolasi mandiri selama 14 hari mulai 8 sampai 20 April. Setelah itu karena tidak ada gejala, saya pun masuk kerja. Dan anehnya, teman saya yang sakit itu juga masih belum keluar dari rumah sakit," jelasnya.
Dari sanalah, akhirnya perusahaan meminta bapak dua anak ini bersama satu karyawan lagi untuk tes swap di sebuah rumah sakit di Sukorejo, Pandaan, Kamis (23/4/2020). Rumah sakit itu adalah mitra dari perusahaan tempatnya bekerja. (baca juga: Kunci Sukses PSBB, Butuh Kesadaran Individu Lebih Kuat )
Setelah dites, dia mengaku disuruh pulang karena hasilnya akan keluar dalam beberapa hari. "Jelas di situ saya disuruh pulang karena hasil belum keluar. Bagaimana bisa saya dibilang kabur dari rumah sakit, sementara saya belum bisa dinyatakan positif Covid-19," tukasnya.
Berselang beberapa hari, si teman kantor tadi dinyatakan statusnya Orang Dalam Pengawasan (ODP). Dia pun diisolasi di RSU dr Soetomo Surabaya "Dari situlah saya dianggap punya riwayat kontak dengan dia," tuturnya.(baca Pemprov Jatim akan Lebih Represif Tindak Pelanggar PSBB juga:)
Akhirnya, semua karyawan perusahaan diliburkan. "Saya isolasi mandiri selama 14 hari mulai 8 sampai 20 April. Setelah itu karena tidak ada gejala, saya pun masuk kerja. Dan anehnya, teman saya yang sakit itu juga masih belum keluar dari rumah sakit," jelasnya.
Dari sanalah, akhirnya perusahaan meminta bapak dua anak ini bersama satu karyawan lagi untuk tes swap di sebuah rumah sakit di Sukorejo, Pandaan, Kamis (23/4/2020). Rumah sakit itu adalah mitra dari perusahaan tempatnya bekerja. (baca juga: Kunci Sukses PSBB, Butuh Kesadaran Individu Lebih Kuat )
Setelah dites, dia mengaku disuruh pulang karena hasilnya akan keluar dalam beberapa hari. "Jelas di situ saya disuruh pulang karena hasil belum keluar. Bagaimana bisa saya dibilang kabur dari rumah sakit, sementara saya belum bisa dinyatakan positif Covid-19," tukasnya.
Lihat Juga :