9 Narapidana Kabur dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura, 4 Ditangkap
Selasa, 13 Agustus 2024 - 11:51 WIB
Sembilan narapidana dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, melarikan diri pada Minggu (11/8). Foto/Ilustrasi
JAYAPURA - Sebanyak sembilan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jayapura di Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, melarikan diri pada Minggu (11/8).
Dari sembilan narapidana yang kabur, empat di antaranya telah berhasil ditangkap oleh petugas Lapas Narkotika dengan bantuan kepolisian. Sementara itu, lima narapidana lainnya masih dalam pengejaran.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura Salamudin Bogra menyatakan bahwa insiden ini terjadi setelah makan sore dan penguncian pagar. “Empat kami amankan, lima lagi masih buron,” kata Salamudin Bogra, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga: Napi Lapas Permisan Nusakambangan Kabur, Diduga Berenang Seberangi Selat
Menurut Salamudin, para tahanan berhasil membobol pagar ornamen di samping tong air dengan menggunakan barbel beton, kemudian melompat tembok pagar di antara pos 3 dan pos 4.
Meskipun petugas di pos 3 dan pos 4 sudah memberikan peringatan, para narapidana tetap melarikan diri. Tembakan peringatan yang dikeluarkan oleh petugas juga tidak berhasil menghentikan aksi pelarian tersebut.
Salamudin menambahkan bahwa pelarian sembilan narapidana tersebut dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari pihak luar, di mana mereka saling membantu memanjat tembok Lapas.
Dari sembilan narapidana yang kabur, empat di antaranya telah berhasil ditangkap oleh petugas Lapas Narkotika dengan bantuan kepolisian. Sementara itu, lima narapidana lainnya masih dalam pengejaran.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura Salamudin Bogra menyatakan bahwa insiden ini terjadi setelah makan sore dan penguncian pagar. “Empat kami amankan, lima lagi masih buron,” kata Salamudin Bogra, Selasa (13/8/2024).
Baca Juga: Napi Lapas Permisan Nusakambangan Kabur, Diduga Berenang Seberangi Selat
Menurut Salamudin, para tahanan berhasil membobol pagar ornamen di samping tong air dengan menggunakan barbel beton, kemudian melompat tembok pagar di antara pos 3 dan pos 4.
Meskipun petugas di pos 3 dan pos 4 sudah memberikan peringatan, para narapidana tetap melarikan diri. Tembakan peringatan yang dikeluarkan oleh petugas juga tidak berhasil menghentikan aksi pelarian tersebut.
Salamudin menambahkan bahwa pelarian sembilan narapidana tersebut dilakukan secara mandiri tanpa bantuan dari pihak luar, di mana mereka saling membantu memanjat tembok Lapas.