Pokdarwis di Bonebol Dilatih Tata Kelola Destinasi Wisata
Selasa, 28 Juli 2020 - 10:45 WIB
Asisten II Tanwir Ali mengungkapkan, Pemda Bone Bolango khususnya di Periode Bupati Hamim Pou dan Wakil Bupati Mohamad Kilat Wartabone di dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2016-2021 memiliki kepentingan yang sangat tinggi dan urgen untuk sektor pariwisata.
“Terus terang di sektor pariwisata ini banyak harapan dari Pak Bupati dan Wabup untuk bagaimana Bone Bolango bisa bersaing dengan kabupaten dan kota lainnya di Indonesia,”ungkap Tanwir Ali.
Untuk itu, seluruh peserta yang hadir disini akan diberikan pelatihan untuk bagaimana mengelola sebuah destinasi wisata. Satu tujuan pemerintah daerah termasuk Disparekraf sendiri, yakni bagaimana jumlah kunjungan wisata baik luar negeri dan lokal itu meningkat dari tahun ke tahun di Kabupaten Bone Bolango.
“Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua apalagi pada saat wabah pandemik Covid-19, untuk bagaimana mengelola pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Bone Bolango. Tentu harus sesuai dengan protokol kesehatan,”ujar Tanwir Ali.
Sebelumnya, Kepala Disparekraf Bone Bolango Lukman A. Daud menyampaikan rasa kegembiraannya akhirnya kegiatan pelatihan tata kelola destinasi wisata yang sudah tiga kali dibatalkan karena alasan ketakutan dan kekhawatiran terhadap Covid-19 bisa terlaksana.
“Terus terang di sektor pariwisata ini banyak harapan dari Pak Bupati dan Wabup untuk bagaimana Bone Bolango bisa bersaing dengan kabupaten dan kota lainnya di Indonesia,”ungkap Tanwir Ali.
Untuk itu, seluruh peserta yang hadir disini akan diberikan pelatihan untuk bagaimana mengelola sebuah destinasi wisata. Satu tujuan pemerintah daerah termasuk Disparekraf sendiri, yakni bagaimana jumlah kunjungan wisata baik luar negeri dan lokal itu meningkat dari tahun ke tahun di Kabupaten Bone Bolango.
“Ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua apalagi pada saat wabah pandemik Covid-19, untuk bagaimana mengelola pariwisata dan meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Bone Bolango. Tentu harus sesuai dengan protokol kesehatan,”ujar Tanwir Ali.
Sebelumnya, Kepala Disparekraf Bone Bolango Lukman A. Daud menyampaikan rasa kegembiraannya akhirnya kegiatan pelatihan tata kelola destinasi wisata yang sudah tiga kali dibatalkan karena alasan ketakutan dan kekhawatiran terhadap Covid-19 bisa terlaksana.
Lihat Juga :