SMPN 4 Ngotot Pungli

Senin, 08 Desember 2014 - 11:32 WIB
SMPN 4 Ngotot Pungli
SMPN 4 Ngotot Pungli
A A A
GRESIK - Anjing mengonggong kafilah berlalu. Pepatah ini tampaknya dipegang kukuh oleh pengelola SMP Negeri 4 Gresik. Kendati banyak diprotes, sekolah ini tetap “memaksa” wali murid membayar iuran pembangunan kamar mandi.

Langkah ini jelas bertentangan dengan rekomendasi dari Komisi D DPRD Gresik yang meminta pungutan itu ditunda sampai ada surat persetujuan dari Bupati Gresik. ”Saya bayar kontan Rp600 ribu dan tidak ditolak. Padahal katanya ditunda sambil menunggu ada surat keputusan bupati,” ujar seorang wali murid kelas VII SMP Negeri 4 Gresik yang menolak namanya disebutkan, kemarin.

Dia mengungkapkan, dirinya membayar iuran itu di ruang tata usaha SMPN 4 Gresik. Setelah mebayar petugas tata usaha kemudian memberikan kuintasi bukti pembayaran. “Selama transparan saya tidak keberatan. Hanya saya masih bertanya-tanya kenapa untuk pembangunan fasilitas, sekolah masih meminta bayaran dari wali murid. Bukannya dari APBD,” katanya.

SMP Negeri 4 Gresik membebankan 284 siswa kelas VII membayar perbaikan kamar mandi, tandon air, dan monitor pembelajaran kelas. Masingmasing siswa dikenakan Rp600 ribu. Hal sama juga terjadi di SMA Negeri 1 Manyar. Pihak sekolah membebankan siswa untuk membeli laptop.

Menyikapi hal itu, anggota Komisi D DPRD Gresik mengaku belum mendapat laporan. Bahkan, dia berjanji melakukan koordinasi. Sebab hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) dan pihak sekolah ditunda. ”Memang pihak sekolah mengaku tarikan itu bukan termasuk katagori pungli. Namun, disepakati untuk ditunda. Kalau sekarang ada yang mengeluhkan pungli tetap dipaksakan, kami akan menindaklanjutinya,” kata dia.

Atas dasar itu, demi menghindari maraknya pungli sekolah, pihaknya kembali mendesak Dindik menghidupkan kembali posko pungli di masing- masing sekolah. Pasalnya, keberadaan posko ini dinilai belum bekerja maksimal. Karena Dindik harus bertanggung jawab terhadap maraknya kasus pungli ini. ”Kalau memang sudah ada, ya harus diaktifkan, buktinya sampai sekarang tidak ada satu kasus pun yang masuk,” ujar dia.

Dikatakannya, keberadaan posko ini dinilai sangat penting karena tidak semua wali murid berani melaporkan pada anggota dewan. Karena itu, dengan aktifnya posko pungli, kasus semacam itu bisa ditangani langsung oleh Disdik. Apalagi terkadang ada wali murid yang malu melapor.

Kepala Dindik Kabupaten Gresik M Nadlif mengaku pihaknya sudah memiliki posko pungli. Bahkan, posko ini sudah didirikan di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Gresik. ”Sudah ada posko pungli, baik di Dispendik maupun di masing-masing sekolah,” ujarnya.

Ashadi ik
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
39 menit yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
7 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
7 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
7 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved